Pembatalan perjalanan KA Daop 4 Semarang meningkat akibat COVID-19

id KAI corona

Pembatalan perjalanan KA Daop 4 Semarang meningkat akibat COVID-19

PT KAI Daop 5 Purwokerto memasang garis pembatas di area pelayanan Stasiun Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai implementasi dari imbauan pemerintah terkait dengan jarak interaksi sosial (social distancing). (ANTARA/HO-KAI Purwokerto)

Semarang (ANTARA) - PT KAI Daop 4 Semarang mencatat peningkatan hingga lebih dari dua kali lipat jumlah calon penumpang yang membatalkan perjalanan menggunakan kereta api dari berbagai stasiun di wilayah tersebut, menyusul merebaknya COVID-19.

"Pembatalan perjalanan terlihat dari jumlah pengembalian tiket yang sudah dibeli calon penumpang," kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, di Semarang, Sabtu.

Menurut dia, jumlah rata-rata pembatalan tiket KA pada seminggu terakhir ini meningkat lebih dari 200 persen dibanding pekan-pekan sebelum merebaknya virus corona.

Baca juga: 15 stasiun Daop 5 Purwokerto terapkan jarak interaksi sosial

"Kalau pembatalan tiket sebelum wabah corona sekitar 213 tiket per hari, setelah wabah corona merebak pada sepekan terakhir ini naik menjadi 777 tiket per hari," tambahnya.

Merebaknya COVID-19, lanjut dia, juga berdampak terhadap penurunan penumpang dengan berbagai tujuan yang mencapai sekitar 17 persen.

Berkaitan dengan pembatalan perjalanan, lanjut dia, PT KAI memberi kesempatan calon penumpang untuk mengembalikan tiket yang sudah dibeli, dengan ketentuan yang sudah diatur.

Ia menjelaskan pengembalian uang tiket hanya berlaku untuk calon penumpang dengan identitas yang tercantum dalam tiket yang dibeli atau bisa dengan menggunakan surat kuasa.

Ia menambahkan pembatalan bisa dilakukan di Stasiun Semarang Tawang, Poncol, Pekalongan, Tegal dan Cepu.

Sementara untuk menghadapi penyebaran COVID-19, PT KAI sudah menerapkan protokol sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain menyemprot berbagai fasilitas perkeretaapian dengan menggunakan disinfektan, KAI juga sudah menerapkan jarak antrean antarpenumpung untuk mengurangi interaksi antara satu orang dengan lainnya.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar