15 stasiun Daop 5 Purwokerto terapkan jarak interaksi sosial

id kai purwokerto,jarak interaksi sosial

15 stasiun Daop 5 Purwokerto terapkan jarak interaksi sosial

PT KAI Daop 5 Purwokerto memasang garis pembatas di area pelayanan Stasiun Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai implementasi dari imbauan pemerintah terkait dengan jarak interaksi sosial (social distancing). ANTARA/HO-KAI Purwokerto

Purwokerto (ANTARA) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto menerapkan kebijakan jarak interaksi sosial (social distancing) dengan memasang garis pembatas pada area pelayanan di 15 stasiun, kata Manajer Humas PT KAI Purwokerto Supriyanto.

"Pemasangan garis pembatas itu di antaranya pada antrean loket, antrean cetak 'boarding pass', antrean saat 'boarding', serta pada bangku ruang tunggu penumpang. Upaya ini merupakan langkah implementasi dari imbauan pemerintah terkait dengan social distancing sebagai untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 lebih jauh di Indonesia," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Ia mengatakan 15 stasiun di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto yang menerapkan kebijakan jarak interaksi sosial, antara lain Stasiun Purwokerto, Stasiun Kroya, Stasiun Cilacap, Stasiun Kebumen, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Maos, Sidareja, Stasiun Slawi, serta stasiun lainnya yang melayani naik dan turun penumpang.

Baca juga: Cegah virus corona, KAI Purwokerto sediakan cairan pembersih tangan di stasiun

Menurut dia, pada stasiun-stasiun tersebut telah dibuat pengaturan garis batas jarak aman antrean seperti pada saat antrean cetak tiket, loket pembatalan tiket atau pembelian tiket "go show", dan cek "boarding pass".

"Adapun jarak antrean antara calon penumpang satu dengan lainnya sekitar 100 cm. Fasilitas tempat duduk di area tunggu stasiun sudah diberikan tanda jarak aman," tegasnya.

Selain itu, kata dia, PT KAI Daop 5 Purwokerto juga mulai memasang wastafel untuk cuci tangan penumpang di area tunggu di Stasiun Purwokerto dan Stasiun Kroya serta akan berlanjut ke stasiun lainnya.

Lebih lanjut, Supriyanto mengatakan PT KAI Daop 5 Purwokerto tetap mengaplikasikan kebijakan jarak interaksi sosial dalam pelayanan meskipun kereta api merupakan transportasi publik yang tetap melayani dengan normal, tanpa ada pembatasan dan pembatalan jadwal operasional.

"Segala upaya pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan PT KAI (Persero) akan terus kami lakukan," jelasnya.

Baca juga: Pengelola angkutan umum wajib seleksi penumpang

Bahkan sejak awal merebaknya penyebaran virus corona, kata dia, PT KAI Daop 5 Purwokerto sudah melakukan sejumlah upaya pencegahan seperti menyediakan "hand sanitizer" di area stasiun dan di rangkaian KA, menyosialisasikan enam langkah mencuci tangan yang benar.

Menurut dia, petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto juga melakukan pengecekan suhu badan sehingga jika ditemukan calon penumpang dengan suhu badan 38 derajat Celcius ke atas, akan dilarang untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api serta bea pemesanan tiket akan dikembalikan secara penuh dan tunai.

"Tidak hanya itu, bagi penumpang dengan gejala seperti corona yang membawa pendamping, tiket dapat dikembalikan penuh juga, untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking. Jika berbeda kode booking, maka bea tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk 2 orang sebagai pendamping," katanya.

Ia mengatakan PT KAI (Persero) juga konsisten menjaga kebersihan sarana kereta dan sebagai langkah preventif nyata, dilakukan pula penyemprotan disinfektan pada sarana KA, baik interior maupun eksterior setelah dilakukan pencucian kereta secara rutin.

Dia mengimbau kepada calon penumpang untuk dalam kondisi sehat saat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dan memerhatikan setiap tanda garis pembatas pada area pelayanan yang telah ditetapkan PT KAI (Persero) di area stasiun.

"Mari bersama-sama kita cegah penyebaran virus corona dengan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta tetap menjaga kesehatan tubuh kita masing-masing," katanya. 

Baca juga: Pelabuhan Semarang diminta tambah "thermal scanner"

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar