Shin Tae-Yong: Pemain timnas tidak boleh makan gorengan saat di klub

id Shin Tae Yong,pelatih timnas indonesia,Pemain timnas tidak boleh makan gorengan,timnas

Shin Tae-Yong: Pemain timnas tidak boleh makan gorengan saat di klub

Manajer pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-Yong memberikan keterangan mengenai perkembangan skuatnya di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (21/2/2020). (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Manajer pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-Yong menginstruksikan semua pemain tim nasional untuk tidak makan gorengan saat sudah kembali ke klub mereka masing-masing.

"Sama sekali tidak boleh makan gorengan," kata Shin di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (21/2) malam.

Selain itu, lanjut juru taktik asal Korea Selatan tersebut, para pemain juga dimintanya agar tidak lupa memakan daging.

Mengonsumsi daging, lanjut Shin, bagus untuk meningkatkan kondisi fisik para pemain.

"Agar energi ototnya bisa terbentuk," kata dia.

Baca juga: Shin Tae-Yong kecewa timnas kalah 1-4 dari Persita

Para pemain tim nasional Indonesia akan kembali ke klub masing-masing usai menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta. TC itu dimulai sejak 14 Februari 2020 dan berakhir 22 Februari 2020.

Ada 33 pemain yang mengikuti TC persiapan menuju laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia tersebut. Rencananya, TC akan berlangsung kembali mulai 16 Maret 2020.

Selain berpesan soal makanan, Shin juga memberikan menu latihan pribadi pada semua pemain yang menjalani TC.

"Saya memberikan program latihan pribadi. Jadi, walau kembali ke klub masing-masing, pemain harus melakukan latihan pribadi selain latihan bersama tim," kata pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.

Agenda terdekat di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Thailand pada 26 Maret 2020. Lima hari kemudian, pada 31 Maret 2020, Indonesia akan menjamu Uni Emirat Arab.

Baca juga: PSSI: timnas kontra UAE digelar di Bali


 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar