Corona merebak, Adi Soemarmo belum pastikan batas waktu penutupan rute China

id Angkasa pura, rute China, asita

Corona merebak, Adi Soemarmo belum pastikan batas waktu penutupan rute China

Pemeriksaan menggunakan Thermo scanner di terminal kedatangan penerbangan internasional Bandara Adi Soemarmo Surakarta. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Surakarta belum dapat memastikan batas waktu penutupan penerbangan rute China hingga kapan, menyusul merebaknya virus corona di negara tersebut.

"Dari sana (China) tidak bawa (penumpang) lagi untuk sementara waktu. Hanya ada satu penerbangan lagi untuk mengembalikan penumpang China yang masih ada di sini," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman di Solo, Senin.

Meski demikian, untuk saat ini sifat dari penutupan penerbangan rute Solo-Kunming, China tersebut tidak terbatas. Menurut dia, jika penyakit akibat virus Corona sudah reda maka rute China akan kembali dibuka.

Baca juga: Jokowi tegaskan belum ada indikasi corona masuk Indonesia

"Walaupun sebetulnya jarak antara Kunming dengan Wuhan jauh, tetapi tetap kami tutup dulu," katanya.

Ia berharap kondisi segera mereda sehingga penerbangan bisa kembali dibuka mengingat pasar tersebut cukup potensial untuk dikembangkan.

Sementara itu, sesuai jadwal seharusnya penerbangan rute Kunming, China-Solo kembali beroperasi pada Kamis (30/1). Pada jadwal penerbangan ini seharusnya ada sebanyak 173 wisatawan dari China yang dibawa.

"Kalau rata-rata penerbangan ini membawa sekitar 180 penumpang per minggu. Jadi sebetulnya pasarnya cukup baik," katanya.

Baca juga: Virus corona merebak, kelelawar tetap dicari untuk pengobatan alternatif di Solo

Sebelumnya, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Tengah Daryono mengusulkan kepada pemerintah melalui instansi terkait agar memperketat bahkan menutup akses pariwisata dari Tiongkok akibat virus tersebut.

"Kami juga meminta pemerintah untuk mempercepat kepulangan wisatawan China ke negara asalnya. Pemerintah China kan sudah melarang wisatawan setempat pergi keluar negeri, jadi Pemerintah Indonesia juga harus bertindak cepat dengan melarang wisatawan Tiongkok datang ke sini," katanya.

Upaya lain, dikatakannya, Asita juga sudah berkoordinasi dengan otoritas Bandara Internasional Adi Soemarmo untuk mengusulkan alat thermo scanner yang dipasang di Bandara Adi Soemarmo tepatnya terminal kedatangan penerbangan internasional ditambah sehingga pemeriksaan bisa makin intensif.

Baca juga: Obat HIV diujicobakan untuk pengidap virus corona baru
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar