Revizi UU Zakat diharapkan dongkrak 10 kali lipat penerimaan zakat

id revisi UU Zakat,revisi UU Zakat tingkatkan penerimaan,penerimaan zakat di Indonesia

Revizi UU Zakat diharapkan dongkrak 10 kali lipat penerimaan zakat

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo mengatakan usulan revisi Undang-Undang Zakat Nomor 23 Tahun 2011, bahwa zakat menjadi suatu kewajiban, diharapkan dapat meningkatkan penerimaan zakat.

Bambang di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan dengan zakat sebagai kewajiban maka pengumpulan zakat diperkirakan bisa mencapai 10 kali lipat.

Ia menyampaikan hal tersebut pada pentasarufan zakat infaq dan shadaqah Baznas Kabupaten Temanggung.

Baca juga: Rusia gabung dengan Forum Zakat Dunia

Dikatakan, potensi zakat infaq dan shadaqah (ZIS) di Indonesia sangat besar yakni mencapai Rp230 triliun dan pada tahun 2019 akan terkumpul sedikit di atas Rp10 triliun.

Bambang menilai pengumpulan ZIS di Jawa Tengah terbaik di Indonesia, karena gubernur dengan kepemimpinannya mampu menyadarkan ASN untuk mengeluarkan ZIS melalui Baznas Provinsi Jateng.

Ia menyebutkan pada tahun ini mampu menghimpun dana sekitar Rp60 miliar. Sedangkan untuk 35 kabupaten/kota yang ada bisa terkumpul rata-rata Rp10 miliar, sehingga mencapai Rp350 miliar.

Dikatakan, Baznas Kabupaten Temanggung kinerjanya juga bagus dengan pengumpulan hingga Rp6 miliar, serta hasil audit pada opini wajar tanpa pengecualian, dan lulus audit syariah dari Kementerian Agama.

"Kami berharap kinerja Bazda dapat terus meningkat. Terutama dalam pentasarufan. Tasaruf yang baik akan berdampak pada pengumpulan ZIS yang baik pula," katanya.

Ketua Baznas Kabupaten Temanggung Djundardo mengatakan pengumpulan zakat pada tahun 2019 hingga Oktober mencapai Rp 6,082 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya Rp5,748 miliar, dan pada 2017 mencapai Rp4,019 miliar.

Ia mengatakan peningkatan pengumpulan ZIS, antara lain karena ASN mengumpulkan zakat dari tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang mulai dicairkan pada Februari.

"Potensi ZIS di Temanggung sangat besar, kami berusaha terus menggalinya," katanya. 

Baca juga: Gaji ASN langsung dipotong, pertumbuhan zakat Jateng tertinggi nasional
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar