PKK Jateng ingatkan pentingnya pola asuh orang tua

id kongres perempuan,semarang,pola asuh, anak

PKK Jateng ingatkan pentingnya pola asuh orang tua

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Siti Atikoh (kanan) bersama Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov Jateng Nawal Arafah (kiri) di sela Kongres Perempuan Jateng I di Semarang, Senin. (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Siti Atikoh kembali mengingatkan pentingnya pola asuh orang tua terutama ibu dalam mendidik anak dan bukan justru menyerahkannya pada media sosial.

"Kita dengan anak ada gap (kesenjangan) yakni generasi kolonial dengan milenial dan itu yang harus dijembatani. Jangan sampai anak justru diasuh oleh teknologi dan media sosial, sementara kurang sentuhan dari orang tua," kata Siti Atikoh pada acara Kongres Perempuan Jateng I di Semarang, Senin.

Atikoh mengakui tim PKK terus mengingatkan para ibu untuk memberikan kasih sayang kepada anak termasuk dalam menyajikan makanan, karena masih ditemukan karena masalah waktu akhirnya memberikan makanan junk food.

"Mereka tahu kalau makanan instan gizinya kurang seimbang, tidak baik. Akan tetapi karena mencari praktisnya, tetap saja diberikan ke anak. Kami dari tim PPK dan organisasi perempuan yang lain terus memberikan edukasi," kata Atikoh.

Edukasi tersebut, lanjut Atikoh, terus dilakukan karena permasalahan stunting salah satunya dikarenakan kurang gizi dan salahnya pola asuh dari orang tua.

Baca juga: Jateng diminta rumuskan permasalahan perempuan Indonesia

Terkait dengan permasalahan pernikahan anak, Atikoh mengaku juga masif ikut memberikan edukasi kepada para anak muda terutama para Generasi berencana (Genre) untuk memiliki cita-cita yang tinggi.

"Kesempatan untuk sekolah yang tinggi akan mengurangi potensi pernikahan anak. Saya selalu menyampaikan kepada para Genre kejarlah cita-citamu sebelum kejar baju pengantinmu. Jadi jika mereka fokus mengejar cita-cita, harapannya bisa menekan pernikahan anak," kata Atikoh.

Meskipun, tambah istri dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini, mengaku di sebagian daerah masih berlaku kebiasaan setelah lulus SMP hanya ada dua pilihan yakni kerja atau menikah.

"Kami terus berupaya menggandeng seluruh pihak untuk mengatasi permasalahan tersebut. Memang diperlukan kerja sama dengan mereka yang paling dipercaya oleh masyarakat daerah setempat," kata Atikoh.

Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov Jateng Nawal Arafah yang juga selaku panitia Kongres Perempuan Jateng I menambahkan terkait dengan pernikahan anak tersebut, dijadwalkan tahun depan akan dilaksanakan pertemuan yang membahas mengenai hal tersebut.

"Akan dihadirkan banyak tokoh agama se-Jateng dengan harapan bisa mengubah pola pikir dan sudut pandang untuk dapat menekan pernikahan anak," kata Nawal Arafah.

Baca juga: Ganjar: Banyak PR harus diselesaikan di Kongres Perempuan Jateng
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar