BPJAMSOSTEK kembali serahkan mobil Paritrana ke Pemprov Jateng

id Bpjs,Ketenagakerjaan, paritrana, semarang

BPJAMSOSTEK kembali serahkan mobil Paritrana ke Pemprov Jateng

Penyerahan secara simbolis mobil Toyota Innova Reborn Tipe Q oleh Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Suwilwan Rachmat (kanan) yang diterima Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di ruang kerja Gubernur Jateng, Semarang, Selasa. (Foto: Wisnu AN)

Semarang (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta atau BPJAMSOSTEK kembali menyerahkan satu unit mobil Innova kepada Pemprov Jawa Tengah yang berhasil mempertahankan sebagai provinsi terbaik pada Paritrana Award 2018.

Penyerahan secara simbolis mobil Toyota Innova Reborn Tipe Q oleh Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Suwilwan Rachmat tersebut berlangsung di ruang kerja Gubernur Jateng, Semarang, Selasa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan Sekda Jateng Sarwa Pramana dan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah Susi Handayani, serta tim dari BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY.

Suwilwan menjelaskan bahwa Jateng berhasil mempertahankan sebagai provinsi terbaik (kategori pemerintah provinsi) untuk kategori yang sama Paritrana Award 2017.

"Kami berharap, Pemrov Jawa Tengah dapat kembali menjadi yang terbaik pada Paritrana Award 2019," kata Suwilwan.

Baca juga: BPJSTK latih korban PHK untuk disalurkan ke perusahaan

Suwilwan menyebutkan ada beberapa penilaian menonjol yang dimiliki Jawa Tengah jika dibandingkan provinsi lain seperti regulasi dan kebijakan yang mendorong tingkat kepesertaan BPJAMSOSTEK, hingga komitmen Gubernur Jateng.

“Panitia juga melihat sejauh mana penerapan regulasi tersebut di lapangan, karena akan dikaitkan juga soal kepesertaan,” kata Suwilwan.

Suwilwan menjelaskan penilaian tersebut dilakukan oleh panitia yang berasal dari lintas kementerian seperti Kemenko PMK, Kemendagri, Kemenaker, unsur praktisi, dan pakar kebijakan sosial.

"Bagi daerah yang masuk seleksi tujuh besar, maka panitia melakukan wawancara kepada kepala daerahnya dan Pak Gubernur Jawa Tengah berkenan meluangkan waktu untuk diwawancarai. Ini menjadi penilaian tersendiri karena nenjadi komitmen kepala daerahnya,” lanjut Suwilwan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kesempatan tersebut mengatakan prestasi tersebut bukanlah menjadi tujuan utama, karena yang utama adalah memberikan perlindungan para pekerja dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ganjar berharap regulasi dan kebijakan yang dilahirkan mampu memberikan perlindungan pada buruh untuk menjadikan Jateng semakin baik dan mampu meraih kembali Anugerah Paritrana sebagai pemerintah provinsi terbaik untuk tahun-tahun berikutnya.

Baca juga: Pemilik media diminta sertakan wartawan dalam BPJS Ketenagakerjaan
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar