Diduga melamun, pesepeda motor ini terserempet kereta

id cianjur, laka kereta api, perlintasan kereta api

Diduga melamun, pesepeda motor ini terserempet kereta

Perlintasan kerata api dari Ciranjang-Cianjur, Sukabumi, Jawa Barat, tidak ada palang pintu, sehingga anak-anak di Kecamatan Sukaluyu, secara sukarela menjaga perlintasan saat kereta melintas, untuk menghindari kecelakaan. ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur (ANTARA) - Seorang pengendara sepeda motor nyaris terlindas Kereta Api Siliwangi rute Ciranjang-Cianjur-Sukabumi saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu.

"Pengendara sepertinya sedang melamun karena saat klakson kereta berbunyi tanda akan melintas, pengendara sepeda motor terus saja berjalan dan nyaris terlindas kereta yang melintas," kata Elis, saksi mata warga sekitar kepada wartawan Kamis.

Beruntung hanya bagian belakang sepeda motor yang terserempet bagian depan kereta yang melaju dengan kecepatan sedang, pengendara sempat terjungkal dan mengalami luka ringan, namun sepeda motornya rusak parah.

Baca juga: Dua Orang Tersambar Kereta di Cilacap dan Banyumas

Warga sempat berteriak mengingatkan pengendara tersebut, namun sepertinya pengendara sedang melamun dan tidak mendengar teriakan warga. Warga yang melihat kejadian langsung memberikan bantuan pada pengendara yang sempat syok.

Elis mengungkapkan perlintasan kereta api di wilayah tersebut tidak ada palang pintu dan penjaga sehingga setiap kereta lewat pengendara sering menerobos tanpa melihat terlebih dahulu kereta yang sudah dekat.

"Seharusnya perlintasan memiliki palang pintu karena jalur tersebut cukup ramai dari pagi sampai pagi lagi. Selama ini hanya warga yang peduli mau memperingatkan pengendara agar berhenti saat kereta hendak melintas," katanya.

Baca juga: Lima Orang Tewas Tersambar Kereta Api di Kendal

Dia dan warga lain berharap pihak terkait dan PT KAI segera membangun palang pintu atau menempatkan penjaga agar peristiwa serupa tidak kembali terulang hingga menelan korban jiwa.

"Warga sudah berkordinasi dengan pihak desa dan kecamatan agar disampaikan ke PT KAI untuk dibuat palang pintu guna menjaga hal yang tidak diinginkan, namun hingga saat ini belum mendapat tanggapan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar