Sosok Habibie perlu jadi contoh bagi mahasiswa

id habibie,prestasi habibie

Sosok Habibie perlu jadi contoh bagi mahasiswa

Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Jateng Ali Rokhman. (FOTO ANTARA/Wuryanti Puspitasari)

Purwokerto (ANTARA) - Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Jawa Tengah Dr Ali Rokhman, M.Si mengatakan sosok Presiden Republik Indonesia ketiga BJ Habibie perlu menjadi contoh bagi mahasiswa dalam mencapai gelar akademik tertinggi.

"Beliau adalah sosok yang perlu menjadi contoh bagi mahasiswa, yakni sosok intelektual yang tetap mengakar keimanan dan ketakwaannya," katanya di Purwokerto, Kamis.

Dia menambahkan bahwa BJ Habibie merupakan sosok inspiratif, terutama dalam hal pengembangan teknologi.

Baca juga: Prof. Ravik: Pendidikan vokasi zaman Habibie harus dikembangkan

"Kita semua bangsa Indonesia sangat kehilangan seorang tokoh besar. Almarhum telah menginspirasi generasi penerus bangsa ini, baik dalam hal pengembangan teknologi canggih maupun kehidupan pribadinya yang penuh cinta kasih," katanya.

Menurut dia semangat almarhum BJ Habibie untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dalam hal teknologi akan selalu dikenang oleh seluruh masyarakat.

"Terlebih lagi sosok beliau yang intelektual namun berpadukan karakter yang mulia, sebagai orang beragama, sangat menginspirasi," katanya.

Dia berharap pada masa yang akan datang akan lahir tokoh yang mengikuti jejak BJ Habibie yang memiliki keinginan untuk makin memajukan teknologi di Tanah Air.

Baca juga: Doa bersama untuk B.J. Habibie dari pelajar di Temanggung

"Terlebih lagi, langkah yang dulu pernah beliau ambil yakni pulang ke Tanah Air untuk membangun Indonesia, meskipun telah memiliki karir yang baik di luar negeri perlu menjadi contoh," kata Ali Rokhman.

BJ Habibie meninggal setelah menjalani perawatan selama 11 hari sejak 1 September 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB karena usia yang sudah tua, 83 tahun dan gagal jantung.
Kepergian pria kelahiran Parepare Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu menyentakkan Bangsa Indonesia. Ucapan duka cita terus mengalir ke rumah duka.

Pemerintah menetapkan tiga hari sebagai hari berkabung nasional dan memberikan penghormatan dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

Baca juga: Habibie berkontribusi bagi pengembangan Iptek di perguruan tinggi

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar