216 desa di Temanggung gelar pilkades serentak

id pilkades temanggung

216 desa di Temanggung gelar pilkades serentak

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Temanggung Agus Sarwono. (Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Sebanyak 216 desa di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bakal menggelar pemilihan kepala desa serentak, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Temanggung Agus Sarwono.

"Pilkades serentak di 216 desa tersebut akan dilaksanakan pada 9 Januari 2020," katanya usai penjelasan teknis pilkades serentak tahun 2020 Kabupaten Temanggung di Temanggung, Senin.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung tersebut diikuti oleh ketua panitia pilkades se-Kabupaten Temanggung, para ketua Badan Perwakilan Desa, dan sekretaris desa, serta panitia tingkat kecamatan.

"Hari ini akan kami jelaskan proses tahapan pilkades yang dinamakan Santiaji Pilkades. Diharapkan dengan santiaji ini pelaksanaan pilkades di 216 desa nanti bisa berjalan dengan baik," ucapnya.

Baca juga: Pengamanan disiapkan, warga Batang diminta hindari intimidasi pada pilkades

Setelah santiaji ini para panitia pilkades harus melaksanakan sosialisasi di masing-masing desa sehingga nanti masyarakat akan paham kaitannya dengan regulasi yang sudah ditetapkan dalam peraturan bupati termasuk dalam ketentuan yang baru kaitannya dengan daerah pemilihan.

Berkaitan dengan daerah pemilihan, dia menjelaskan sesuai Permendagri nomor 62 tahun 2018 bahwa tiap desa dalam melaksanakan pilkades ditetapkan menjadi 3 daerah pemilihan.

Ia menuturkan tiga daerah pemilihan itu di-breakdown di masing-masing dusun, kalau di situ ada 3 dusun berarti ada tiga daerah pemilihan, tetapi bagi desa yang dusunnya kurang dari tiga maka di-breakdown ke RW dan seterusnya breakdown sampai tingkat RT.

"Maksud dari daerah pemilihan ini adalah supaya manakala ada dua calon kades mempunyai suara sama maka tidak ada pemilihan ulang. Mereka yang mempunyai daerah pemilihan paling banyak wilayahnya berarti mempunyai 2 wilayah itu sudah menang itulah yang menang walaupun dua calon tersebut suaranya sama, sehingga nanti tidak ada pemilihan ulang," tuturnya.

Ia menuturkan sekarang tahapan pengusulan dari masing-masing desa kepada bupati, kemudian setelah itu akan dibuka lamaran bagi bakal calon kepala desa.

Baca juga: Pemkab Pekalongan ingatkan calon kades tidak praktik politik uang
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar