Pedagang pindah 50 kios ke bagian tengah Pasar Grosir Setono

id pasar grosir Setono,kpbs pekalongan

Pedagang pindah 50 kios ke bagian tengah Pasar Grosir Setono

Puluhan kios pedagang batik di Pasar Grosir Batik Setono dipindah ke lokasi bagian tengah pasar batik terbesar di Kota Pekalongan itu. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Pengurus Koperasi Pasar Batik Setono (KPBS) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memindahkan 50 kios pedagang batik yang semula berada di bagian barat Pasar Grosir Setono ke bagian tengah pasar batik terbesar di daerah itu.

Ketua KPBS Kota Pekalongan Dzul Ilmi di Pekalongan, Senin, mengatakan pihaknya hanya bersifat memfasilitasi pedagang batik yang berada di bagian barat itu karena tempat berdagang mereka akan dibangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Para pedagang batik bisa tetap bisa berdagang di bagian tengah karena pembangunan kios sudah dibangun belakang. Kami membangun 50 kios, itu bukan untuk menambah namun memfasilitasi para pedagang yang ada di bagian barat yang tempatnya akan dibangun SPBU," katanya.

Ia mengatakan dengan dipindahnya puluhan pedagang kios tersebut maka akan makin memudahkan masyarakat yang akan mengisi bahan bakar sekaligus mampir berbelanja batik di Pasar Grosir Setono.

Sebanyak 50 kios tersebut, kata dia, sudah selesai dibangun dan berada di bagian tengah kawasan kios kuliner di belakang Pasar Grosir.

"Kami membangun 50 kios, itu bukan untuk menambah dan sudah siap dimanfaatkan. Adapun, untuk kios kuliner sudah berfungsi secara penuh," katanya.

Menurut dia, kios kuliner yang merupakan pemindahan kios di bagian depan sudah mulai berfungsi. Semua sudah terisi penuh dan lebih representatif.

Adapun mengenai rencana pembangunan SPBU, kata dia, saat ini proses administrasi dengan PT Pertamina sudah tuntas sehingga pihaknya tinggal mengurus administrasi internal dan pengajuan izin pada Pemkot Pekalongan.

"Semoga prosesnya (adminsitrasi internal) bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar