Mahasiswa mancanegara terpikat budaya Jateng

id famtrip jateng on the spot

Mahasiswa mancanegara terpikat budaya Jateng

Mahasiswa asal Turkmenistan, Atabayev Parahat, yang menjadi peseeta Famtrip Jateng On The Spot 2019 saat berada di Museum Kretek, Kabupaten Kudus. (Foto: Wisnu Adhi)

Pati (ANTARA) - Sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang menjadi peserta kegiatan "Famtrip Jateng On The Spot 2019" yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, mengaku terpikat dengan berbagai budaya di Jateng.

"Saya tertarik belajar budaya Indonesia, terutama budaya yang masih ada di Jawa Tengah yang masih terawat sampai sekarang, sedangkan budaya asli saya sudah banyak yang hilang," kata Nima Sulong, mahasiswa asal Thailand, yang ditemui di sela mengikuti Famtrip Jateng On The Spot 2019 di Museum Kretek, Kabupaten Kudus, Senin.

Mahasiswa mancanegara yang sedang menuntut ilmu di Universitas Negeri Semarang ini terkesan budaya-budaya Jawa saat mengikuti Famtrip Jateng On The Spot selama 20-22 April 2019 di Kabupaten Rembang, Pati, dan Kudus.

Menurut dia, jika ada wisatawan mancanegara yang ingin mengetahui lebih banyak budaya Jawa bisa mengunjungi beberapa objek wisata religi dan heritage di kabupaten/kota Provinsi Jateng.

Mahasiswa asal Turkmenistan, Atabayev Parahat, berterima kasih karena berkesempatan mengikuti Famtrip Jateng On The Spot 2019.

"Saya belajar banyak mengenai budaya Indonesia, terutama budaya Jawa dan budaya Islam," ujarnya.

Dengan mengikuti Famtrip Jateng On The Spot selama tiga hari ini, mahasiswa mancanegara yang menyukai batik ini menjadi tahu tentang budaya Jawa

"Sekarang saya menjadi tahu mengenai rumah adat di Kabupaten Kudus, gamelan, dan budaya lainnya," katanya.

Parahat yang menyukai wisata alam terkesan saat mengikuti kunjungan di Agrowisata Jollong, Kabupaten Pati, yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX.

Nurtilek Kadyrov, mahasiswa dari negara Kyrgyztan mengungkapkan bahwa budaya Jawa menarik untuk dipelajari.

"Saya belum pernah lihat budaya seperti yang ada di Jateng sehingga saya akan mengajak teman dan keluarga saya untuk berwisata kesini," ujarnya.

Mahasiswi asal Polandia, Marta Fafrowicz, mengaku kagum dengan bangunan serta ornamen yang ada di Kelenteng Cu An Kiong, Lasem, Kabupaten Rembang.

"Saya kagum sekaligus heran bangunannya yang masuk cagar budaya ini masih bagus dan terawat sampai sekarang," katanya.

Kegiatan Famtrip Jateng On The Spot 2019 mengunjungi beberapa objek wisata seperti Kelenteng Cu An Kiong, Rumah Candu (Lawang Ombo), Sentra Batik Lasem, Pantai Karangjahe, dan Kirab Pataka Gema Kartini.

Kemudian, Agrowisata Kebun Jollong, Kabupaten Pati, Museum Kretek, dan Masjid Menara di Kabupaten Kudus.

Kepala Seksi Pengembangan Pasar Disporapar Jateng Tanti Apriani menambahkan pihaknya akan terus mendorong pengembangan potensi wisata yang berupa warisan budaya, termasuk atraksi seni budaya guna menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jateng.

"Kami akan kembangkan potensi wisata heritage karena wisatawan mancanegara memang lebih tertarik dengan wisata tersebut daripada wisata alam atau wisata buatan," katanya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar