Petani di Banyumas diimbau percepat masa tanam

id percepatan masa tanam

Petani di Banyumas diimbau percepat masa tanam

Petani di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, saat mengolah sawahnya dengan mesin traktor agar dapat segera ditanami padi. (ANTARA/ Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau petani setempat untuk melalukan percepatan masa tanam, kata Kepala Dinpertan dan Ketahanan Pangan Banyumas, Widarso.

"Bagi petani yang sudah selesai panen, kami imbau segera mengolah sawahnya untuk ditanami kembali. Dari pantauan kami, petani di sebagian wilayah Banyumas seperti Lumbir dan Sumpiuh sudah ada yang tanam kembali, sedangkan wilayah lainnya ada yang baru persiapan tanam dan ada pula yang akan memasuki masa panen," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Dalam hal ini, kata dia, petani diimbau untuk menanam varietas padi berumur pendek dan tahan kering karena tidak lama lagi akan memasuki musim kemarau.

Lebih lanjut, dia mengatakan wilayah Kabupaten Banyumas akan segera memasuki masa panen raya dengan perkiraan luas panen pada bulan April mencapai 10.000 hektare.

Ia memperkirakan potensi panen raya hingga bulan Mei mencapai 20.000 hektare karena masa panen sudah diawali pada bulan Maret dengan luasan lahan sekitar 10.000 hektare.

"Produktivitasnya rata-rata 5-6 ton per hektare. Pada awal-awal musim panen, kualitas gabahnya memang banyak yang kurang bagus karena hujan, tapi sekarang tampaknya lebih bagus, hujannya mulai berkurang," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Gabungan Kelompok Tani Sri Jaya, Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Sartam mengatakan seluruh area persawahan di Desa Tinggarjaya sudah selesai dipanen dan saat sekarang sedang persiapan masa tanam kedua tahun 2018/2019.

Menurut dia, persiapan masa tanam itu meliputi pengolahan sawah dan persemaian benih sehingga diharapkan dapat mulai tanam sebelum memasuki bulan puasa.

"Mesin traktor sudah mulai turun ke sawah sejak tiga hari lalu. Bahkan, saya juga sudah tiga hari ini menyemai benih padi," jelasnya.

Ia mengatakan petani di Desa Tinggarjaya menanam berbagai varietas padi usia pendek berkisar 90-94 hari, antara lain Mekongga, Ciherang, dan Inpari 32.

"Ada tiga kelompok tani di Desa Tiggarjaya yang menerima bantuan benih padi Inpari 32 dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar