Pemprov Jateng fasilitasi pelaku UKM berjualan di Bandara Semarang

id ukm bandara

Pemprov Jateng fasilitasi pelaku UKM berjualan di Bandara Semarang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat produk kerajinan tangan yang dijual di Galeri UKM Jateng di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa (5/3). (Foto: Wisnu Adhi)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkontribusi memfasilitasi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di beberapa sektor untuk berjualan produk-produknya di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

"Ini (Galeri UKM Jateng, red) bagian dari kontribusi pemprov kepada para pedagang kecil mikro agar bisa berjualan produknya dan 'free' sehingga fasilitas ini diharapkan bisa menjadi ajang promo, kemudian laku terjual," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meresmikan Galeri UKM Jateng di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa.

Ganjar berharap dengan adanya Galeri UKM Jateng di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang ini bisa memberi ruang kepada para pelaku UKM sekaligus sebagai tempat untuk promosi.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan bahwa Provinsi Jateng merupakan gudangnya pelaku UKM yang memiliki produk berkualitas, namun tidak sedikit yang belum bisa menemukan pasarnya.

"Dengan Galeri UKM Jateng ini, diharapkan juga bisa membuka pasar baru bagi pelaku UKM," ujarnya.

Terkait dengan harga berbagai produk yang dijual di Galeri UKM Jateng, Ganjar mengaku akan membuat struktur harga agar tidak terlalu mahal dan tetap terjangkau masyarakat.

"Kita minta bantuan PT Angkasa Pura, bantuan dari pola perpajakan agar mereka bisa menjual dengan harga murah dan perputaran barang bisa ceoat dan konsumen senang," katanya.

Ganjar juga menegaskan komitmen Pemprov Jateng dalam mendorong UKM Jateng bisa berkembang dan mendunia melalui cara ataupun inovasi yang diberikan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono menambahkan pembangunan Galeri UKM Jateng ini didukung penuh oleh APBD Provinsi Jateng dan mitra UKM juga tidak dibebani biaya sewa sepeser pun.

"Saya sudah mewanti-wanti kepada Bu Ema (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, red) bahwa arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur ini bukan mindah gudang, tapi yang ditampilkan di sini betul-betul 'qualified' atau istilahnya kecil tapi mendunia sehingga nilainya sangat tinggi," ujarnya.

Galeri UKM Jateng yang ada di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dibagi menjadi lima zona, yaitu zona fesyen, zona asesoris/kerajinan tangan, zona makanan kemasan, zona makanan dan minuman, serta zona aktivitas.(Kom)
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar