PMI Kota Magelang kedepankan siaga kemanusiaan

id pmi, pemkot magelang

PMI Kota Magelang kedepankan siaga kemanusiaan

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina membuka Musyawarah Kota PMI Kota Magelang, Kamis (7/2). (Foto: Dok. Humas Pemkot Magelang)

PMI makin aktif melibatkan masyarakat, karena pada dasarnya PMI bekerja dalam basis kemandirian untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat
Magelang (Antaranews Jateng) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang mengedepankan kesiapsiagaan dalam tindakan kemanusiaan, terutama terkait dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

"Akan mengedepankan kesiapsiagaan tindakan kemanusiaan," kata Ketua terpilih PMI Kota Magelang Sumartono usai terpilih dalam posisi itu melalui Musyawarah Kota PMI Kota Magelang di Ruang Sidang Lantai II Kantor Sekretaris Daerah Pemkot Magelang di Magelang,Kamis.

Ia mengatakan PMI sebagai aset daerah juga menjadi komponen penting dalam menjalankan tugas bidang sosial kemasyarakatan.

Sumartono yang juga Inspektur Inspektorat Kota Magelang itu, terpilih sebagai Ketua PMI Kota Magelang untuk periode 2019-2024.

Mantan Pelaksana Tugas Ketua PMI Kota Magelang Mardiono menyebut kinerja PMI 2013-2018 cukup menggembirakan, antara lain dibuktikan bahwa hampir setiap kegiatan Bulan Dana memperoleh hasil yang selalu di atas target.

Kegiatan Bulan Dana PMI pada 2018 dengan target Rp250 juta dengan realisasi Rp270 juta

"Tentu berkat kinerja semua pihak, 'stakeholder' (pemangku kepentingan) terkait, dan dukungan dari Pemkot Magelang," katanya.

Dia berharap, kepengurusan yang baru mampu melaksanakan dengan baik program kerja selama lima tahun ke depan, di antaranya meningkatkan kinerja pengurus, staf, dan relawan sehingga semakin tanggap terhadap bencana, mencapai target Bulan Dana, membuat unit usaha baru, dan menjamin ketersediaan stok darah dari semua golongan darah.

"Untuk meraihnya tentu dibutuhkan semangat dan pengabdian yang tinggi dari pengurus, staf, dan karyawan yang konsisten dalam menjalankan tugasnya," ucapnya.

Wakil Ketua PMI Jawa Tengah Edi Susanto berharap kepengurusan baru adalah kader yang mampu menyelesaikan segala masalah.

Ia menyebut dalam organisasi PMI dibutuhkan sosok yang "kober" dan "bener".

"Kober", katanya, mempunyai rasa memiliki dan hal itu bukan berarti ketua harus berkantor selama 24 jam, akan tetapi ada ketika dibutuhkan.

Ia menjelaskan tentang kepemimpinan yang "bener", di mana masukan dan luaran harus seimbang.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina saat membuka Muskot PMI menuturkan bahwa kinerja PMI harus optimal agar bisa terus eksis menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Ia berharap PMI mampu meningkatkan sinergi dengan Pemkot Magelang.

"PMI makin aktif melibatkan masyarakat, karena pada dasarnya PMI bekerja dalam basis kemandirian untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat," katanya. (hms).


 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar