Banyak ditemukan jentik nyamuk di rumah dinas Bupati Temanggung

id Jumantik temanggung

Banyak ditemukan jentik nyamuk di rumah dinas Bupati Temanggung

Juru pemantau jentik (Jumantik) dari Dinas Kesehatan Temanggung bersama Saka Bakti Husada melakukan gerebek jentik di lingkungan rumah dinas Bupati Temanggung. (Heru Suyitno)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Kompleks Pendopo Pengayoman yang merupakan rumah dinas Bupati Temanggung, Jawa Tengah, banyak ditemukan jentik-jentik nyamuk pada kegiatan gerebek jentik yang dilakukan juru pemantau jentik (Jumantik) dari Dinas Kesehatan Temanggung bersama Saka Bakti Husada.
     
Berdasarkan pantauan dalam kegiatan gerebek jentik di Pendopo Pengayoman di Temanggung, Rabu, banyak ditemukan jentik-jentik nyamuk, antara lain di kolam depan, beberapa pot besar, dan di sejumlah genangan air di antara akar pohon beringin.

Oleh para jumantik tempat sarang jentik-jentik nyamuk tersebut langsung diberi abate yang berfungsi untuk mematikan jentik-jentik nyamuk tersebut.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan kabupaten Temanggung Taryumi mengatakan agar tidak menjadi sarang jentik nyamuk, tempat air seperti kolam harus rajin dikuras dan minimal seminggu sekali harus diperiksa apakah ada jentiknya.

Ia menuturkan gerebek jentik merupakan salah satu kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, yaitu memberantas jentik-jentik nyamuk. Siklus hidup nyamuk dari telur, jentik-jetik, kemudian jadi nyamuk dewasa.

"Jadi sekali lagi kami tekankan bahwa yang paling utama adalah pemberantasan sarang nyamuk, bukan foging atau pengasapan," katanya.

Ia menyebutkan kasus demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) bulan Januari 2019 di Temanggung sebanyak 64 kasus atau meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 39 kasus.

Menurut dia, dari sejumlah kasus tersebut sebagian besar terjadi di Kecamatan Temanggung, namun hampir semua kecamatan sudah ada kasus kecuali Kecamatan Tretep.
     
Ia mengatakan upaya antisipasi adalah begitu ada kasus pihaknya selalu berkoordinasi dengan puskesmas dan masyarakat untuk melakukan penyelidikan epidemologi di sekitar lokasi untuk menindaklanjuti adanya kasus yang ada.

Ia menuturkan tindak lanjut dari kegiatan ini, kalau menemukan jentik-jentik nyamuk langsung dibasmi, jentik-jentik dibuang, kalau memang ada genangan air atau tampungan air yang tidak bisa dikuras maka diberi abate.

Menurut dia, perlu kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk, jadilah jumantik di rumah sendiri.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar