Telan korban, Dinkes Cilacap kerahkan jumantik antisipasi demam berdarah

id demam berdarah cilacap

Telan korban, Dinkes Cilacap kerahkan jumantik antisipasi demam berdarah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap H. Marwoto. (Foto: Sumarwoto)

Cilacap (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengerahkan juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk guna mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah, kata Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap H. Marwoto.

"Hal itu dilakukan karena sejak awal tahun 2019 hingga saat ini telah terjadi 212 kasus demam berdarah di Kabupaten Cilacap, tiga orang di antaranya meninggal dunia," katanya di Cilacap, Jumat.

Ia mengatakan jumantik merupakan bentuk partisipasi dari pemerintah desa/kelurahan dalam rangka mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan demam berdarah.

Menurut dia, pihaknya melalui puskesmas yang ada di setiap kecamatan memberikan pembekalan terhadap para jumantik sebelum melakukan pemantauan.

"Kami hanya memberikan semacam pembekalan dan pendampingan kepada para jumantik," jelasnya.

Kendati demikian, dia mengharapkan masyarakat menggiatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) karena PSN dinilai lebih efektif daripada kegiatan pengasapan yang biasa dilakukan setelah terjadi korban demam berdarah.

Dalam hal ini, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk diyakini dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypty yang menjadi penyebar demam berdarah, sedangkan pengasapan atau "fogging" membasmi nyamuk dewasa.

"Oleh karena itu, gerakan pemberantasan sarang nyamuk harus selalu dilaksanakan, yakni dengan membersihkan tempat air yang tergenang seperti bak kamar mandi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan pola hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Terkait dengan wilayah paling banyak terjadi kasus demam berdarah, Marwoto mengatakan berdasarkan data Dinkes Kabupaten Cilacap, penyebaran demam berdarah banyak terjadi di Kecamatan Kroya, Binangun, Adipala, Kesugihan, dan Majenang.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap wilayah-wilayah tersebut di samping beberapa daerah lainnya yang terhadap kasus demam berdarah.

"Apalagi sampai sekarang masih berlangsung musim hujan sehingga penyebaran demam berdarah masih berpotensi tinggi. Kami berharap tidak ada lagi korban demam berdarah yang meninggal dunia," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar