37 warga Purworejo mengungsi akibat kebanjiran

id banjir purworejo

37 warga Purworejo mengungsi akibat kebanjiran

Banjir menggenangi wilayah Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. (Heru Suyitno)

Purworejo (Antaranews Jateng) - Sebanyak 37 warga terdiri atas 15 keluarga di Dusun Gebang, Desa Wironatan, Kabupaten Purworejo, mengungsi rumah tetangga yang lebih aman dari genangan banjir.

Camat Butuh Wasith Diono di Purworejo, Kamis, mengatakan mereka dievakuasi pada Rabu (16/1) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

"Mereka terpaksa dievakuasi oleh tim relawan karena ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter. Karena mengkhawatirkan, warga harus diungsikan," katanya.

Ia mengatakan kebetulan di Desa Wironatan terjadi banjir pada Rabu sore, setelah wilayah Purworejo diguyur hujan sejak Selasa (15/1) malam.

Ia menyebutkan dari 41 desa di Kecamatan Butuh, hanya 9 desa yang tidak terdampak banjir.

"Sebenarnya tidak ada air sungai yang meluap, karena sungai sudah dinormalisasi, Banjir terjadi karena curah hujan tinggi dan Butuh merupakan daerah langganan banjir yang hampir setiap musim hujan pasti dilanda banjir," katanya.

Ia menuturkan di wilayah Butuh kemarin ada dua kali banjir, yakni Rabu pagi dan Rabu sore.

"Untuk yang banjir pada pagi hari sekarang air sudah mulai surut meskipun belum tuntas. Sebagian besar banjir merendam kawasan pertanian," katanya.

Ia menyampaikan kebutuhan logistik bagi warga yang mengungsi sudah ada bantuan dari PMI maupun BPBD, antara lain berupa selimut, beras, dan sembako lainnya.

Menurut dia bantuan beras yang ada saat ini bisa untuk mencukupi kebutuhan hingga tiga hari ke depan.

"Mudah-mudahan banjir segera surut dan masyarakat bisa beraktivitas dengan normal kembali," katanya.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Purworejo Sigit Ahmad Basuki mengatakan hingga saat ini jumlah pengungsi sebanyak 37 jiwa dari 15 keluarga. Jumlah keluarga terdampak akibat banjir di Butuh sebanyak 946 keluarga.

Selain di Kecamatan Butuh, katanya banjir juga terjadi di Kecamatan Grabag melanda tiga desa, yakni Trimulyo, Rowodadi, dan Bendungan. Tidak ada pengungsian di Grabag.

"Kami telah mendirikan dapur umum sejak Rabu malam untuk menyediakan 1.000 nasi bungkus untuk pengungsi maupun warga terdampak banjir serta relawan," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar