
PLN Jawa Bagian Tengah siap Listrik industri

Solo (Antaranews Jateng) - PT PLN (Persero) Jawa Bagian Tengah siap melistriki industri seiring dengan pembangunan sejumlah pembangkit listrik yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
"Kalau sampai saat ini kebanyakan pembangkit yang kami kembangkan adalah PLTU (pembangkit listrik tenaga uap, red) atau menggunakan batu bara," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin di Solo, Jumat.
Ia mengatakan total pembangkit listrik yang tengah dikembangkan tersebut akan memproduksi sekitar 11.000 mega watt (MW).
"Untuk PLTU yang akan beroperasi paling dekat yaitu di Cilacap sebesar 1.000 MW, tepatnya pada bulan September 2019. Ini termasuk program 35.000 MW yang dicanangkan Presiden," katanya.
Selanjutnya, dikatakannya, akan menyusul PLTU Batang tepatnya pada bulan Juni 2020 dengan daya 1.000 MW dan di akhir tahun yang sama ditambah lagi 1.000 MW.
"Artinya untuk Batang totalnya ada 2.000 MW. Melihat kondisi ini kapasitas listrik di Jawa Tengah dalam kondisi cukup," katanya.
Oleh karena itu, dikatakannya, saat ini banyak industri yang melakukan migrasi dari daerah lain, di antaranya Karawang dan Bekasi ke Jawa Tengah.
"Selain kebutuhan listrik cukup, UMR (upah minimum regional, red) juga lebih rendah jika dibandingkan dengan daerah lain," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, hingga saat ini untuk industri di Jawa Bagian Tengah hampir semua sudah dilistriki.
"Kami siap menyambung listrik sesuai dengan kebutuhan. Bahkan saat ini daftar tunggu nol karena seluruh pelanggan sudah dilistriki," katanya.
Adapun, dikatakannya, salah satu pengajuan datang dari PT Pertamina (Persero) Cilacap.
"Pertamina minta tambahan pasang baru 30 MW. Bahkan nantinya yang eksisting akan dimatikan dan seluruhnya akan dipindahkan PLN hingga 100 MW karena mereka punya pembangkit tahun 1970an, efisiensinya jelek," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
