Denmark Terbuka, Akankah Indonesia tebus rindu sembilan tahun lalu?

id denmark terbuka

Denmark Terbuka, Akankah Indonesia tebus rindu sembilan tahun lalu?

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting yang akan menjadi andalan Indonesia di Denmark terbuka (ANTARA FOTO)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Denmark terbuka memang bukan turnamen bulu tangkis yang sarat dengan catatan sejarah seperti All-England. Tapi bagi Simon Santoso, Denmark terbuka adalah sejarah penting dalam perjalanan karir nya di dunia bulu tangkis.

Di Odense Denmark lah, sembilan tahun lalu, Simon mengibarkan bendera merah putih setelah tampil sebagai juara. Simon di final mengalahkan utusan Jerman Marc Zwiebler 21-14, 21-6.

Sebelumnya di semifinal,  Simon mempecundangi wakil tuan rumah Jan O Jorgensen 21-13, 21-13. 

Hampir saja pertandingan final Denmark Terbuka 2009 itu menjadi ajang pertarungan sesama putra Tanah Air jika Sony Dwi Kuncoro menang atas Marc pada laga semifinal.

Denmark Terbuka memang masih kalah soal gengsi dibanding All England di daratan Eropa. Tapi, turnamen yang saat ini menyangdang peringkat Super 750 itu menjadi ajang penampilan pemain-pemain terbaik dunia dari Eropa walau seringkali mereka terjajah oleh pemain-pemain Asia, apalagi dari China. Itu terjadi mulai periode 2000-an.

Sepanjang sejarah turnamen di negara Skandinavia itu, Indonesia mengoleksi enam gelar tunggal putra, tiga gelar tunggal putri, tujuh gelar ganda putra, dua gelar ganda putri, dan satu gelar ganda campuran.

Pada 2018, Denmark Terbuka akan berlangsung di kota yang sama, Odense, pada 16-21 Oktober. Indonesia telah menyiapkan 14 wakilnya selepas dua wakil lain menyatakan mundur dari turnamen berhadiah total 775 ribu dolar AS itu.

Pada sektor tunggal putra, Indonesia menempatkan tiga wakil yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto.

Seakan berjodoh, Anthony akan kembali menghadapi pemain andalan Jepang Kento Momota. Pertemuan laga pertama itu akan menjadi laga kedelapan mereka atau pertarungan keenam keduanya pada tahun yang sama, 2018.

Anthony tertinggal 3-4 dalam total pertemuannya dengan Momota. Mereka terakhir kali bertemu pada laga final turnamen China Terbuka 2018 dengan hasil kemenangan putra Indonesia itu dengan skor 23-21, 21-19.

"Tidak apa-apa. Hasil undian memang seperti itu. Kalau dilihat dari sisi lawan, apa dia juga mau bertemu Anthony pada laga awal. Soal undian berat, Anthony sudah biasa menghadapi itu," kata pelatih tunggal putra pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Hendry Saputra dalam situs resmi PP PBSI yang dipantau Antara di Jakarta.

Hendry mengatakan atlet asuhannya sudah sering menghadapi pemain-pemain unggulan dunia sehingga lebih berpengalaman dan tahu pola permainan yang akan diterapkannya. "Anthony harus pegang kendali diri sendiri, bermain bagus dan fokus," ujar Hendry.

Sementara, Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto akan menghadapi sesama pemain nonunggulan. Jonatan akan menghadapi tunggal putra Hong Kong Wong Wing Ki Vincent. Sedangkan Tommy akan melawan wakil Inggris Rajiv Ouseph.

Hendry mengatakan fokus utama sektor tunggal putra pelatnas PBSI bagi atlet-atletnya adalah pemulihan fisik dan daya tahan pemain, bagi Anthony dan Jonatan.

"Pemulihan fisik, daya tahan, kecepatan, kekuatan menjadi penting bagi para pemain setelah mereka mengikuti Asian Games, turnamen di Jepang dan China terbuka. Kami berharap mereka dapat berangkat dengan lancar," kata Hendry.

Gregoria Mariska Tunjung akan menjadi satu-satunya wakil Merah-Putih pada nomor tunggal putri Denmark Terbuka 2018. Gregoria akan menghadapi pemain China Chen Xiaoxin pada laga pertama, Selasa (15/10).

Berbekal catatan pertemuan 1-0 setelah menang atas pemain peringkat 28 dunia itu pada turnamen China Terbuka 2018, Gregoria berpeluang lolos ke putaran kedua.

Tantangan utama menghadang atlet asal Mutiara Cardinal Bandung itu pada laga kedua karena juara Olimpiade Rio 2016 Carolina Marin mempunyai kesempatan besar menang atas pemain Denmark Mia Blichfeldt.

Sektor ganda putra akan menjadi andalan tim Tanah Air untuk merebut setidaknya satu gelar pada Denmark Terbuka 2018. Indonesia menempatkan empat wakil pada ganda putra setelah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mundur menyusul keluarga Fajar yang sakit.

"Fajar harus pulang malam ini. Ada keluarganya yang sakit. Pasangan Fajar/Rian tidak ikut Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka 2018," kata pelatih ganda putra Aryono Miranat yang mendampingi atlet-atlet Indonesia di Odense.

Aryono mengatakan Fajar akan pulang sendiri tanpa pasangannya Rian. "Rian harus ada di sini karena prosedur harus melapor kepada juri. Rian juga harus hadir di Paris pada pekan depan untuk melapor diri sebelum pulang ke Jakarta pada hari setelahnya," ujar Aryono.

Pasangan atlet ganda, sesuai peraturan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), harus melapor diri kepada juri jika mereka berhalangan hadir dalam turnamen tingkat Super 750 ataupun super 1000.

Selepas Fajar/Rian mundur, sektor ganda putra punya empat wakil pada Denmark Terbuka 2018. Mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso serta Berry Angriawan/Hardianto.

Ganda Kevin/Marus, atau akrab disapa pasangan "Minions", menjadi andalan Indonesia dengan pertandingan awal melawan ganda China He Jiting/Tan Qiang.

Minions hampir meraih gelar juara pada Denmar Terbuka 2017. Mereka kalah dari pasangan China Liu Cheng/Zhang Nan pada laga final 16-21, 24-22, dan 19-21.

Pasangan Ade/Wahyu yang menempati posisi undian di bawah. Mereka akan langsung melawan unggulan dua yaitu Li  Junhui/Liu Yuchen asal China.

Pada sektor ganda putri, Indonesia menempatkan dua wakil yaitu Greysia Polii/Apriani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani. Sedangkan pasangan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris terpaksa mundur menyusul Della yang harus menyelesaikan urusan pendidikannya.

Pasangan Anggia/Della merupakan pasangan baru setelah pelatih kepala sektor ganda putri pelatnas PBSI Eng Hian melakukan rotasi atlet-atletnya. Sebelumnya Anggia bepasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani, sedangkan Della bersama Rizki Amelia Pradipta.

Greysia/Apriani akan langsung melaju ke pertandingan putaran kedua karena lawan mereka pada laga pertama yaitu Amanda Hogstrom/Clara Nistad dari Swedia menyatakan mundur. Pasangan Rizki/Ketut akan menantang ganda putri Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.

Sebagaimana ganda putra, ganda campuran juga berpeluang merebut gelar bagi Indonesia menyusul empat wakil yang turun yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan pasangan andalan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Laga pertama akan menjadi pertandingan menantang bagi pasangan Praveen/Melati. Mereka akan berjumpa pasangan unggulan pertama Huang Yaqiong/Zheng Siwei. Kepercayaan diri dan fokus permainan akan menjadi bekal bagi pasangan peringkat 15 dunia itu untuk mencetak revans atas Huang/Zheng pada turnamen Malaysia Masters 2018.

Sementara, pasangan Hafiz/Gloria terus melatih pertahanan dan kecepatan kaki mereka guna menghadapi Denmark Terbuka 2018 dan Prancis Terbuka 2018.

"Selepas kembali dari Korea, kami meningkatkan latihan pertahanan dan kecepatan kaki. Dalam tiga turnamen terakhir, evaluasi bagi kami di bagian itu," ujar Gloria tentang evaluasi dari pelatih ganda campuran pada turnamen Jepang Terbuka, China Terbuka, dan Korea Terbuka.

Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan pasangan Prancis Ronan Labar/Audrey Fontaine pada laga pertama. "Kami sudah pernah menang atas Labar/Fontaine. Tapi, kami harus tetap waspada melawan mereka karena pada pertemuan sebelumnya kami menang 'rubber' gim," kata Gloria.

Pada undian lain, ganda Tontowi/Liliyana, atau akrab disapa Owi/Butet, akan menghadapi pasangan Inggris Ben Lane/Jessica Pugh.

Bukan hanya sembilan tahun silam, pemain-pemain Indonesia tentunya ingin mengulang catatan sejarah sebagaimana periode 1970-an ataupun 1990-an ketika Rudy Hartono, Liem Swie King, Ivanna Lie, Susy Susanti, Ade Chandra/Christian Hadinata, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Verawaty Wiharjo/Imelda Wigoeno, dan Tri Kusharyanto/Emma Ermawati meraih podium juara di Denmark.

Namun, faktor kelelahan akan menjadi penantang utama pemain-pemain Indonesia periode 2010-an, sebagaimana pemain-pemain lain dunia, ketika masuk jadwal turanamen 2018. Hanya saja, Denmark Terbuka masih menjadi salah satu turnamen yang diperhitungkan di Eropa sebagaimana All England.

Jadi, apakah Indonesia sukses memboyong setidaknya satu gelar juara di Denmark pada akhir pekan nanti?

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar