Tegal (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan warga penghuni hunian sementara (Huntara) di Desa Capar, Kabupaten Tegal akan memperolah fasilitas layak, termasuk mendapatkan hunian tetap (huntap).

"Kami lakukan pengecekan dari huntara ini untuk memastikan bahwa tidak ada komplain dari masyarakat," kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Tegal, Rabu,

Pada kesempatan itu, ia juga membagikan alat tulis dan mainan kepada anak-anak dan permintaan warga untuk foto bersama.

Hunian sementara di Desa Capar diisi oleh warga terdampak bencana tanah gerak Desa Padasari yang mengakibatkan kerusakan 900 rumah warga pada Februari 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal dan Pemerintah pusat telah melakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi huntara berupa rumah modular.

Ia mengatakan huntara tersebut didirikan di atas lahan bengkok Desa Capar seluas 47 ribu meter persegi yang pada tahap pertama sudah selesai dibangun 456 unit.

Huntara. kata dia, dilengkapi fasilitas listrik, air bersih, masjid, fasilitas olahraga/lapangan, balai warga, pos kesehatan, taman bermain anak, tempat pembuangan sampah, toilet umum, toilet tiap modul, dan dapur tiap modul.

"Nanti kekurangannya akan ditambah, Bupati Tegal sudah menyiapkan lahan. Artinya ini negara hadir dalam rangka representasi bencana alam," katanya.

Luthfi juga menyinggung terkait hunian tetap bagi masyarakat setempat yang saat ini prosesnya masih dalam penyiapan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.

"Huntap nanti setelah huntara, lagi disiapkan lahannya. Kalau sudah huntap itu kan hak milik rumah dan tanah jadi punya warga," katanya.

Seorang penghuni huntara Wasitoh menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak dengan fasilitas lengkap.

"Ya, bersyukur sekali. Terima kasih kepada pemerintah, bersyukur sudah diberikan semua fasilitas ini dan senang juga bisa bertemu Pak Gubernur," katanya.



Baca juga: Gubernur Jateng salurkan sapi kurban 906 kg ke warga huntara Tegal