
Pemprov Jateng kaji kembangkan kawasan industri halal di Demak

Demak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mengkaji pengembangan kawasan industri halal di wilayah tersebut, sebagai salah satu upaya penguatan ekosistem ekonomi syariah.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Kabupaten Demak, Jateng, Senin mengajak kalangan pesantren ikut terlibat dalam membangun ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikannya saat acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Menurut dia, pengembangan kawasan industri halal sebenarnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.
Tetapi, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat muslim dalam menjalankan aktivitas konsumsi dan produksi yang sesuai prinsip syariah.
Rencana tersebut selaras dengan arah pembangunan Jateng tahun 2027 yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan baru.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut menilai bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan kawasan industri halal.
Pesantren dinilai tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Ia bahkan berharap Pondok Pesantren Sulaimaniyah dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan kawasan industri halal di Jawa Tengah.
"Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti bareng-bareng, ini baru kita bahas," katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jateng Dede Sarif Hidayatullah mengatakan, pembangunan pesantren di Mranggen akan menjadi cabang ke-12 Sulaimaniyah di Jawa Tengah.
"Insya Allah di lokasi ini akan dibangun pondok pesantren putri dua lantai dengan kapasitas 80 santri dan juga TK Sulaimaniyah,” katanya.
Saat ini, lanjut dia, jumlah santri Sulaimaniyah di Jawa Tengah mencapai sekitar 800 orang, dan sebanyak 88 santri dari Jateng juga memperoleh beasiswa pendidikan ke Turki pada 2025.
Ia berharap keberadaan pesantren tersebut dapat melahirkan generasi penghafal Al Quran, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
"Mudah-mudahan ini semuanya menjadi keberkahan untuk negeri tercinta kita Indonesia," pungkasnya.
Baca juga: Dorong santri berwirausaha, Kemenperin bekali bimbingan teknis
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
