Purwokerto (ANTARA) - Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian menjalin kolaborasi dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Purwokerto melalui program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) guna mendukung pengembangan desa ekspor sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang perdagangan internasional.
Dosen pendamping Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Ratna Satriani di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (19/5), mengatakan program magang tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami proses ekspor secara menyeluruh, mulai dari aspek produksi hingga legalitas.
“Pelaksanaan magang MBKM berlangsung selama 16 minggu mulai April hingga Juli 2026. Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis terlibat aktif dan ditempatkan di tiga mitra binaan Bea Cukai Purwokerto, yakni CV Rizki Mandiri, CV Abon Cap Koki, dan CV Adi Makmur Permata,” katanya.
Ia menjelaskan melalui program tersebut mahasiswa memperoleh pengalaman praktik langsung terkait persiapan produk agar memenuhi standar ekspor.
Menurut dia, mahasiswa mempelajari proses produksi, pengemasan, pengendalian kualitas, hingga dokumen dan persyaratan legalitas yang dibutuhkan untuk memasuki pasar internasional.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis (PKCDT) KPPBC Purwokerto Rujito mengatakan keberadaan mahasiswa magang memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan desa ekspor di wilayah Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.
“Mahasiswa belajar bagaimana mencari buyer dari luar negeri, melakukan promosi produk termasuk melalui Indonesian Trade Promotion Centers (ITPC), serta menyiapkan legalitas yang diperlukan untuk persiapan ekspor,” katanya.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa menjadi jembatan antara dunia akademik dengan kebutuhan riil pelaku usaha yang tengah berkembang menuju pasar global.
Selain itu, kehadiran mahasiswa di perusahaan mitra diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal berbasis potensi daerah.
Program magang tersebut juga didampingi dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Kunandar Prasetyo guna memastikan proses pembelajaran lapangan berjalan optimal dan selaras dengan capaian akademik mahasiswa.
Melalui kolaborasi tersebut, dan Bea Cukai Purwokerto berharap dapat membangun ekosistem ekspor berbasis desa yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk bersaing di pasar internasional.