
BMKG sebut sejumlah wilayah Jateng bagian selatan mulai masuki kemarau

Cilacap (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau berdasarkan perkembangan curah hujan hingga dasarian kedua Mei 2026.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan musim kemarau ditandai dengan jumlah curah hujan yang berada di bawah ambang tertentu.
"Suatu wilayah secara sah dinyatakan memasuki musim kemarau apabila curah hujannya di bawah 50 milimeter per dasarian yang terjadi selama tiga dasarian berturut-turut," katanya.
Ia mengatakan BMKG membagi satu bulan menjadi tiga dasarian (10 hari), yakni dasarian pertama tanggal 1-10, dasarian kedua tanggal 11-20, dan dasarian ketiga tanggal 21 hingga akhir bulan.
Dia mengatakan suatu bulan dapat dikatakan sebagai musim kemarau apabila total curah hujan kurang dari 150 milimeter per bulan.
Ia mencontohkan curah hujan pada April 2026 di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap, seperti Kecamatan Kampung Laut tercatat mencapai 330 milimeter sehingga masih dikategorikan musim hujan, sedangkan di Maos tercatat 148 milimeter sehingga sudah dapat disebut memasuki musim kemarau.
Kendati demikian, dia mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa musim kemarau bukan berarti tidak terjadi hujan sama sekali.
"Dalam musim kemarau tetap masih ada hujan, hanya saja jumlahnya kurang dari 50 milimeter per dasarian atau kurang dari 150 milimeter per bulan," katanya.
Ia mengatakan pada puncak musim kemarau, terutama Agustus hingga September, hujan biasanya jarang terjadi sehingga menjadi periode paling rawan kekurangan air.
Terkait dengan perkembangan musim di wilayah Jawa Tengah selatan, dia mengatakan, berdasarkan pantauan sejumlah pos pengamatan curah hujan hingga dasarian kedua Mei 2026, beberapa wilayah mencatat curah hujan kurang dari 50 milimeter selama dua dasarian berturut-turut.
Wilayah tersebut, antara lain Binangun, Nusawungu, Kroya, Maos, Kesugihan, Jeruklegi, Gandrungmangu, Cipari, dan Sidareja di Kabupaten Cilacap.
"Apabila pada dasarian ketiga nanti hujan masih kurang dari 50 milimeter per dasarian, maka daerah tersebut dapat dikatakan mulai memasuki awal musim kemarau sejak dasarian pertama Mei 2026," katanya.
Akan tetapi, kata dia, apabila pada dasarian ketiga terjadi hujan lebih dari 50 milimeter, wilayah tersebut belum dapat dinyatakan memasuki musim kemarau.
Wilayah yang curah hujan masih di atas 50 milimeter per dasarian, antara lain Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, dan kawasan Stasiun Meteorologi Cilacap sehingga masih tergolong musim hujan.
"Secara umum, BMKG memprakirakan sifat musim kemarau di wilayah selatan Jawa Tengah pada tahun 2026 berada di bawah normal sehingga masyarakat diminta mengantisipasi potensi kekeringan lebih dini," kata Teguh.
Baca juga: Prakiraan cuaca Kota Semarang hari ini
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
