BMKG: Hujan akan segera kembali mengguyur Jateng selatan

id perkembangan cuaca,jateng selatan

BMKG: Hujan akan segera  kembali mengguyur Jateng selatan

Tiga pusat tekanan rendah (low pressure/L) yang sebelumnya merupakan badai Bulbul, Nakri, dan Halong di belahan bumi utara. (ANTARA/HO-BMKG)

Cilacap (ANTARA) - Hujan diprakirakan akan segera kembali mengguyur wilayah Jawa Tengah bagian selatan setelah terdampak badai yang muncul di belahan bumi utara, kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

"Badai sudah meluruh menjadi tekanan rendah, hujan diprediksi akan turun lagi dengan intensitas ringan hingga sedang tapi belum merata dalam minggu ini. Minggu depan diharapkan hujan sudah mulai merata," katanya di Cilacap, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Jateng bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas telah memasuki awal musim hujan pada bulan November.

Bahkan pada tanggal 1-3 November, kata dia, hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Jateng selatan hingga mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa lokasi. Akan tetapi sejak tanggal 4 November hingga sekarang, lanjut dia, tidak terjadi hujan di wilayah Jateng selatan.

"Kalaupun ada, intensitas hujan yang terjadi masuk kategori ringan dan lokal," katanya.

Ia memperkirakan hal itu terjadi sebagai dampak dari munculnya di belahan bumi utara, yakni Bulbul, Nakri, dan Halong.

"Akibatnya, awan hujan yang sebenarnya telah banyak bermunculan di belahan bumi selatan, tersedot ke arah badai tersebut," jelasnya.

Terkait dengan hujan yang diprakirakan akan segera kembali mengguyur wilayah Jateng selatan, dia mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut.

Menurut dia, hal itu disebabkan kondisi tanah yang kering dan retak-retak sangat rentan longsor ketika diguyur hujan.

"Apalagi berdasarkan prakiraan cuaca sebelumnya, pada pertengahan bulan November terjadi peningkatan intensitas hujan," katanya.

Sebelumnya, Teguh mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, wilayah Jawa Tengah secara umum akan memasuki musim hujan pada awal bulan November.

"Pada awal-awal bulan November, intensitas hujannya diprakirakan masih ringan hingga sedang, namun mulai pertengahan bulan diprakirakan mulai meningkat," katanya.

Bahkan, kata dia, curah hujan pada bulan November di wilayah pegunungan tengah Jateng khususnya Banjarnegara bagian utara, sebagian kecil Banjarnegara bagian timur, Wonosobo bagian barat, dan Pekalongan bagian selatan diprakirakan lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi.

Sementara curah hujan di wilayah pegunungan tengah Jateng lainnya seperti Banyumas bagian timur laut, sebagian besar Purbalingga, Pemalang bagian tenggara, Pekalongan bagian barat, sebagian besar Banjarnegara, serta sebagian besar Wonosobo diprakirakan berkisar 401-500 milimeter dan masuk kategori tinggi.

Ia mengatakan curah hujan di wilayah Jateng bagian selatan seperti sebagian besar Cilacap, sebagian besar Banyumas termasuk sekitar Gunung Slamet, Purbalingga bagian selatan, Banjarnegara bagian barat, sebagian besar Kebumen, serta Purworejo bagian utara diprakirakan berkisar 301-400 milimeter dan masih masuk kategori tinggi.

"Curah hujan di beberapa wilayah Jateng selatan seperti Cilacap bagian barat daya, Kebumen bagian tenggara, dan Purworejo bagian selatan diprakirakan masuk kategori menengah dengan curah berkisar 201-300 milimeter," demikian Teguh Wardoyo. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar