Solo (ANTARA) - Banjir melanda sejumlah lokasi di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa malam hingga Rabu dini hari.

Banjir terjadi karena hujan semalaman terjadi tanpa henti di kawasan Solo Raya. Berdasarkan data, banjir di Kota Solo terjadi mulai sekitar pukul 21.42 WIB, di sejumlah lokasi di Kecamatan Serengan, Kecamatan Pasar Kliwon, dan Kecamatan Laweyan. 

Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari mata kaki hingga pinggang orang dewasa. Data sementara, jumlah warga terdampak banjir di Solo yakni 77 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Pajang, 117 KK di Kelurahan Joyosuran, 31 KK di Kelurahan Tipes, 15 KK di Kelurahan Joyontakan, 13 KK di Kelurahan Sondakan, serta 187 KK di Kelurahan Panularan. 

Di Kabupaten Sukoharjo, banjir juga menggenangi Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Sampai saat ini, masih dilakukan pendataan jumlah korban banjir di lokasi tersebut.

Terkait hal itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi terjun langsung meninjau sejumlah lokasi banjir di wilayahnya, salah satunya di Kecamatan Laweyan. 

Respati datang untuk memastikan warga yang terdampak dalam kondisi yang aman. Setelah meninjau beberapa titik banjir, ia kemudian mendatangi tempat pengungsian sementara yang berada di RT 3 RW 5 Kelurahan Bumi. 

Bersama warga yang mengungsi terdampak banjir, Respati juga memberikan atensi dengan mengkoordinasi bantuan-bantuan yang dibutuhkan warga seperti makanan, obat-obatan dan selimut hingga tikar untuk istirahat. 

“Dini hari ini berada di Laweyan di daerah terdampak banjir. Yang pertama saya memastikan kebutuhan warga yang terdampak terpenuhi dulu dan ini saya sudah meminta kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Respati.

Respati juga meminta kepada masyarakat manakala terdampak banjir bisa melaporkan. Dia memastikan akan menindaklanjuti aduan dari warga yang terdampak banjir. 

“Silahkan bagi warga yang terdampak untuk melaporkan, dan kami dengan BPBD dan Kecamatan akan menindaklanjuti. Saya juga sudah meminta agar ada petugas-petugas untuk mengevakuasi warga ke tempat pengungsian,” katanya. 

Pihaknya juga menyediakan bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk warga yang mengungsi.

“Tadi ada masyarakat berkebutuhan khusus (lansia dan disabilitas) juga yang nanti akan kita prioritaskan,” katanya.