Logo Header Antaranews Jateng

Ketua DPRD Kabupaten Tegal tinjau Bendung Cipero yang jebol

Jumat, 10 April 2026 17:29 WIB
Image Print
Ketua Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H. Wasbun Jauhara Khalim turun langsung ke lokasi (HO -DPRD Kabupaten Tegal)

Slawi (ANTARA) - Petaka bagi petani kembali terjadi. Bendung Cipero yang menjadi urat nadi pengairan di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal jebol diterjang banjir.

Dampaknya tak main-main, lebih dari 200 hektare sawah kini kehilangan suplai air dan terancam gagal tanam.

Kondisi ini langsung memantik perhatian Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H. Wasbun Jauhara Khalim.

Ia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya setelah menerima laporan dari warga yang resah akibat terhentinya aliran irigasi, Rabu (1/4)

Dalam kunjungannya, Wasbun didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tegal serta Kepala UPTD PSDA Wilayah 1 bersama tim teknis.

Mereka menyusuri titik jebolnya bendung yang kini hanya menyisakan aliran air tak terkendali dan saluran irigasi yang mengering.

“Ini bukan sekadar kerusakan biasa. Bendung Cipero punya peran vital bagi ribuan petani di Warureja dan sekitarnya. Kalau ini tidak segera diperbaiki, dampaknya bisa meluas, bahkan mengancam ketahanan pangan,” tegas Wasbun di lokasi.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi sawah warga yang mulai retak karena kekeringan. Padahal, sebagian petani baru saja bersiap memasuki masa tanam.

Jeritan petani pun tak terbendung. Mereka berharap pemerintah segera bertindak cepat sebelum kerugian semakin besar.

“Sawah kami sudah mulai kering, padahal biasanya air lancar. Kalau begini terus, kami tidak bisa tanam. Kami mau makan apa nanti?," keluh Masroni (52), salah satu petani setempat.

Hal senada disampaikan Karsiti (47), petani perempuan yang menggantungkan hidup dari sawah tadah irigasi Bendung Cipero. Ia mengaku kebingungan menghadapi situasi ini.

“Biasanya habis panen langsung olah tanah lagi. Tapi sekarang air tidak ada. Kami cuma bisa menunggu, tapi sampai kapan?” ujarnya lirih.

Dari hasil peninjauan, diketahui bendung tersebut jebol akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Kerusakan cukup parah hingga membuat aliran air tak bisa lagi dialirkan ke jaringan irigasi utama.

Wasbun menegaskan, pihaknya akan mendorong langkah cepat dari pemerintah daerah agar perbaikan segera dilakukan.

“Kami tidak ingin petani terlalu lama menunggu. Ini harus jadi prioritas. Koordinasi dengan dinas terkait sudah kami lakukan, dan kami akan kawal sampai ada solusi nyata,” ujarnya.

Ia juga meminta dinas teknis segera menyusun langkah darurat, termasuk kemungkinan pemasangan penahan sementara agar aliran air bisa kembali mengalir ke sawah warga.

"Harus secepatnya ditangani," tegasnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026