
Pasar Eropa minta 250 ribu sachet Kopi Pekalongan per bulan

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi kreatif pada sektor perkebunan kopi sebagai upaya memperluas potensi pasar salah satunya ke Eropa dengan kebutuhan 250 ribu sachet per bulan.
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa petani saat ini menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim yang ekstrem yang dapat menyebabkan potensi gagal panen mencapai 45-50 persen.
"Selain faktor alam, keterbatasan infrastruktur pengolahan pasca panen seperti alat roasting dan grinder yang representatif menjadi kendala utama dalam meningkatkan nilai jual kopi," katanya.
Ia mengatakan sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan ekonomi kreatif ini pihaknya bekerjasama dengan Perwakilan Bank Indonesia Tegal dan Mercy Corps Indonesia membuka sekolah lapang iklim kopi.
Sinergi lintas sektoral ini, kata dia, sebagai upaya mendukung arahan pemerintah pusat untuk mengembangkan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Ia menyoroti pentingnya keterlibatan akademisi dari perguruan tinggi untuk memberikan data objektif guna mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
"Kami tidak ingin pembangunan hanya berdasarkan imajinasi tetapi harus berlandaskan data. Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Mercy Corps, kita akan mendorong sekolah lapangan dan pelatihan teknis bagi petani dengan tujuan mereka tidak hanya menjual biji mentah tapi mampu mengolahnya sendiri dengan standar internasional," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan sekolah lapang ini diinisiasi akibat adanya penurunan produktivitas kopi di Desa Sengare dan Desa Jolotigo Kecamatan Talun.
Penurunan ini, kata dia, dipicu oleh dua faktor utama yaitu anomali cuaca yang mengganggu masa tanam dan panen, serta teknis budidaya yang masih rendah seperti kebiasaan "petik pelangi" (memanen buah yang belum matang sempurna).
"Potensi pasar kopi sebenarnya terbuka lebar. Saat ini ada permintaan ekspor besar ke pasar Eropa termasuk kebutuhan kopi olahan sebanyak 250.000 sachet per bulan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
