Logo Header Antaranews Jateng

Abdul Kharis sebut Indonesia butuh generasi pintar sekaligus berakhlak

Senin, 4 Mei 2026 15:18 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari memberikan arahan di depan puluhan mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) jalur aspirasi yang tengah mengikuti kegiatan pembekalan di Hotel Arini Syariah Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/5/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari menyebut Indonesia butuh generasi pintar sekaligus berakhlak.

Hal itu ia sampaikan di depan puluhan mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) jalur aspirasi yang tengah mengikuti kegiatan pembekalan di Hotel Arini Syariah Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Pada kegiatan itu, ia menyampaikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai generasi masa depan bangsa.

“Mahasiswa harus terus melakukan upgrade diri, baik dalam aspek keagamaan maupun keilmuan sesuai dengan bidang studi masing-masing. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki moralitas yang kokoh,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sebagai fondasi kepemimpinan yang utuh.

Selain itu, mahasiswa dibekali sejumlah pesan strategis yang relevan dengan tantangan generasi saat ini, salah satunya adalah adaptif dan melek perubahan. Dalam konteks tersebut, dikatakannya, mahasiswa dituntut responsif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global, serta mampu memanfaatkannya untuk peningkatan kapasitas diri.

Selain itu, ia juga berharap agar mahasiswa lebih berintegritas di era digital dengan cara menjaga kejujuran, menjauhi plagiarisme, serta bijak dalam bermedia sosial menjadi bagian penting dari karakter mahasiswa.

Hal lain yang harus dilakukan oleh para mahasiswa adalah lebih produktif dan bukan sekadar konsumtif.

“Generasi muda harus menjadi pencipta nilai (value creator), bukan hanya pengguna,” katanya.

Ia juga meminta para mahasiswa untuk peduli dan kolaboratif, yakni membangun jejaring, bekerja sama lintas disiplin, serta memiliki sensitivitas sosial terhadap persoalan masyarakat.

“Selain itu juga berorientasi kontribusi. Ilmu yang diperoleh harus berdampak nyata bagi umat, bangsa, dan lingkungan sekitar,” katanya.

Pesan-pesan tersebut selaras dengan nilai-nilai yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yaitu religius, berintegritas, profesional, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi dan membawa semangat perbaikan (ishlah) dalam kehidupan berbangsa.

Sementara itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat orientasi, kapasitas, serta karakter mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi di Universitas Tiga Serangkai.

Kegiatan pembekalan yang juga dihadiri Dr. Hasman Budiadi (Dosen UTS ) dan Budhi Hartanto, MSi (Direktur Kharis Center) ditutup dengan sesi dialog interaktif yang memperkuat komitmen mahasiswa untuk menjalani studi secara optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa penerima Beasiswa KIP tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026