Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Surakarta akselerasi transformasi pendidikan lewat program khusus tingkat SMP

Rabu, 3 Juni 2026 20:57 WIB
Image Print
Wali Kota Surakarta Respati Ardi pada pengumuman penerimaan siswa SMPN 24 dan SMPN 25 Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta mengakselerasi transformasi pendidikan lewat program khusus di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Wali Kota Surakarta Respati Ardi di sela pengumuman penerimaan siswa SMPN 24 dan SMPN 25 Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Rabu mengatakan seleksi calon siswa program khusus tersebut dilakukan di SMPN 24 dan SMPN 25 Surakarta.

Ia mengatakan program khusus ini sebagai titik awal perubahan wajah pendidikan negeri di Kota Solo. Menurutnya, SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 yang sebelumnya kurang diminati, kini mulai menunjukkan daya tarik baru melalui konsep sekolah persiapan bagi anak-anak berpotensi unggul.

“Dulu sekolah ini mungkin hanya menjadi pilihan terakhir, namun hari ini kondisinya mulai berubah. Antusiasme masyarakat luar biasa. Transformasi pendidikan negeri di Surakarta dimulai dari sini,” katanya.

Program khusus di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 dirancang sebagai sekolah persiapan bagi peserta didik yang memiliki potensi akademik, intelektual, dan karakter belajar yang kuat.

Melalui program ini, siswa disiapkan agar mampu bersaing di jenjang pendidikan berikutnya, baik melalui jalur prestasi, nilai akademik, maupun peluang mengikuti program unggulan seperti ASEAN Scholarship Singapore, Sekolah Garuda, serta sekolah-sekolah unggulan lainnya di dalam kota melalui jalur khusus.

Seleksi peserta didik dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan nilai akademik, tetapi juga melalui Tes Potensi Akademik atau TPA, nilai IQ, psikometrik, tes ketahanan belajar, kesamaptaan, serta dukungan orang tua melalui proses wawancara.

Saat ini, kuota yang disiapkan untuk Program Khusus SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta sebanyak 150 siswa, dengan masing-masing sekolah menerima 75 siswa. Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Total pendaftar mencapai 418 siswa, terdiri dari 314 pendaftar dari dalam Kota Surakarta dan 104 pendaftar dari luar kota.

Dari hasil seleksi, peserta yang mendaftar menunjukkan potensi akademik yang kuat. Nilai TKA tertinggi mencapai 190, dengan rata-rata berada di atas 160 dari nilai maksimal 200. Sementara itu, nilai IQ tertinggi mencapai 136, dengan rata-rata sekitar 112.

“Ini menunjukkan bahwa anak-anak yang masuk dalam program ini memiliki kemampuan akademik yang tinggi. Mereka adalah anak-anak istimewa dan memiliki potensi intelektual yang kuat. Hal ini juga diperkuat dengan hasil tes kesamaptaan, wawancara orang tua, serta tes ketahanan belajar,” ujar Respati.

Ia mengatakan program ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Ia menyebut ada anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk desil satu, dua, dan tiga, yang memiliki IQ dan kemampuan luar biasa.

“Ini yang harus kita jaga. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang terjangkau, tetapi tetap berkualitas. Pendidikan yang baik tidak selalu harus mahal. Tugas pemerintah adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik,” katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026