Logo Header Antaranews Jateng

Solo Run Fest 2026 targetkan 7.000 peserta

Rabu, 3 Juni 2026 20:40 WIB
Image Print
Wali Kota Surakarta Respati Ardi (dua dari kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait penyelenggaraan Solo Run Fest 2026 di Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Ajang lari Solo Run Fest 2026 yang merupakan kolaborasi PT SHA Solo dan Pemerintah Kota Surakarta menargetkan sebanyak 7.000 peserta.

Project Director Solo Run Fest Rindrapuri di Solo, Jawa Tengah, Rabu mengatakan tahun ini Solo Run Fest 2026 memasuki tahun ke-4.

Menurut dia, acara tersebut bukan sekadar sebagai ajang lari biasa tetapi juga sebuah ruang kompetisi sekaligus perjalanan eksplorasi diri.

“Melanjutkan kesuksesan tahun lalu yang telah mengantongi sertifikasi rute dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Solo Run Fest tahun ini menargetkan kehadiran 7.000 peserta,” katanya.

Melalui ajang tersebut, dikatakannya, para pelari, baik nasional maupun atlet elite internasional diajak untuk menjadi pelari urban yang mengeksplorasi diri dan keindahan kota.

Kehadiran ribuan peserta ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem lokal, memacu pertumbuhan ekonomi daerah, serta menciptakan iklim olahraga lari yang lebih inklusif dan bermakna, lebih dari sekadar pencapaian waktu.

Ia mengatakan tahun ini Solo Run Fest mengusung tema Run The City. Feel The History.

“Acara ini membawa pesan kuat, berlari bukan hanya tentang melintasi sudut kota, tetapi juga merasakan denyut kehidupan, sejarah, cita rasa, dan kehangatan masyarakatnya,” katanya.

Ia mengatakan ajang tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 27 September 2026 dengan titik start Stadion Manahan dan finish di Taman Balekambang.

Ia mengatakan ada tiga kategori pada ajang tersebut, yaitu HM, 10K, dan 5K. Perwakilan Solo Run Fest yang sekaligus menjabat Direktur Marketing di PT SHA Solo Aris Nuryanto mengatakan kegiatan ini dapat mendorong eksistensi bersama untuk menjadikan citra Solo kota sport tourism.

Menyadari pergeseran tren olahraga lari yang kini telah berkembang menjadi subkultur gaya hidup, dikatakannya, Solo Run Fest 2026 dan mitra kerja terkait akan terus bersinergi.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk menjadikan Kota Solo sebagai panggung utama, di mana Solo Run Fest menjadi sebuah perjalanan yang menciptakan atmosfer (vibe) unik, memadukan rasa dan sejarah yang akan dilintasi oleh setiap pelari,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Respati Ardi berpesan kepada pihak penyelenggara untuk terus berkomunikasi dengan masyarakat agar warga setempat merasa dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini melibatkan seluruh stakeholder, komunitas, dan seluruh warga masyarakat untuk terlibat aktif. Dari sisi dampak acara ini, kami wajibkan pihak penyelenggara untuk merilis impact atau dampak ekonominya untuk di Kota Surakarta ke depan,” katanya.

Ia mengatakan pasti akan luar biasa ketika kerja keras penyelenggara dampaknya dapat terukur dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami yakini ekonomi bergerak, tolok ukurnya adalah di ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif. Jelas komitmennya adalah melibatkan masyarakat,” katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026