Logo Header Antaranews Jateng

Adeging Mangkunegaran 2026 catat multiplier effect hingga puluhan miliar rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 16:55 WIB
Image Print
Pelaksanaan Mangkunegaran Run di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-dokumentasi Mangkunegaran

Solo (ANTARA) - Pelaksanaan Adeging Mangkunegaran 2026 yang terselenggara di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu mencatat terjadinya multiplier effect hingga puluhan miliar rupiah.

Laporan Penelitian Katadata Insight Center (KIC) bertajuk Dampak Penyelenggaraan Adeging Mangkunegaran 2026 yang diterima di Solo, Jumat mencatat dengan menggunakan pendekatan model Keynesian, KIC menghitung secara keseluruhan dampak ekonomi langsung Adeging Mangkunegaran 2026 mencapai Rp33,4 miliar.

Nilai ini berasal dari belanja peserta, pengunjung, serta operasional penyelenggaraan acara.

Setelah memperhitungkan efek ekonomi lanjutan yang tersebar di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, logistik, hingga jasa penunjang lainnya di Solo nilainya berkembang menjadi Rp87,9 miliar.

Angka tersebut menunjukkan belanja selama penyelenggaraan acara turut memicu aktivitas ekonomi lanjutan pada berbagai sektor pendukung.

Kontribusi terbesar datang dari Mangkunegaran Run 2026. Ajang ini melibatkan 7.750 pelari dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp1,9 juta/orang. Dari aktivitas tersebut, tercipta dampak ekonomi langsung sebesar Rp14,7 miliar.

Belanja pelari tersebar pada sektor penginapan, makanan dan minuman, transportasi lokal, wisata, hingga kebutuhan penunjang lainnya. Hal ini menunjukkan ajang olahraga juga ikut menggerakkan konsumsi lintas sektor di Solo.

Sementara itu, Festival MakaNMakaN 2026 turut memperbesar sirkulasi ekonomi lokal. Dengan 45.855 pengunjung dan rata-rata pengeluaran Rp145 ribu/orang, festival ini menghasilkan dampak ekonomi langsung sekitar Rp6,6 miliar.

Setelah memperhitungkan multiplier effect, nilainya meningkat menjadi Rp17,5 miliar. Pengeluaran pengunjung terutama berasal dari konsumsi makanan, minuman, dan transportasi selama festival berlangsung.

Katadata menyampaikan capaian ini memperlihatkan Adeging Mangkunegaran telah berkembang dari agenda budaya menjadi penggerak ekonomi lokal. Perpaduan sport tourism, festival kuliner, dan wisata budaya menunjukkan bagaimana event terintegrasi mampu memperkuat perputaran ekonomi di Kota Solo.

Terkait hal itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan ke depan seluruh event yang digelar di Solo harus memperhatikan dua hal, yakni dampak dan branding kota.

“Event harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat citra Solo sebagai kota budaya, kota kreatif, dan kota tujuan wisata,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026