Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang percepat penanganan 65 rumah terdampak angin kencang

Senin, 6 April 2026 21:27 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak angin puting beliung, di Semarang, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah mempercepat penanganan dan pemulihan dampak bencana angin puting beliung yang menimpa 65 rumah di Kelurahan Gedawang, kota setempat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak di Balai Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Senin.

Bencana angin puting beliung yang terjadi pada Senin (30/3) menyebabkan 65 rumah di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Semarang, mengalami kerusakan.

Sejak hari kejadian, Pemkot Semarang telah memberikan respons cepat bersama masyarakat, mulai dari pendataan, pembersihan lingkungan, hingga penyaluran bantuan darurat.

Ia menegaskan komitmennya terhadap kecepatan penanganan bencana oleh seluruh jajaran Pemkot Semarang.

"Yang pertama, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa seluruh ASN di Kota Semarang ini wajib gerak cepat alias gercep. Begitu ada bencana, langsung RT atau RW melapor kepada Bu Lurah, masuk ke dalam laporan kita dan langsung tertangani," katanya.

Ia memastikan bahwa penanganan awal telah dilakukan secara sigap oleh berbagai pihak, mulai dari kelurahan, BPBD, hingga dinas teknis terkait.

Bantuan darurat, seperti sembako, selimut, dan terpal telah disalurkan sejak hari kejadian, sedangkan penanganan pohon tumbang dilakukan oleh dinas terkait bersama warga.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana.

Ia menyebutkan perangkat daerah, seperti pihak kelurahan, kecamatan, Disperkim, DPU, BPBD menjadi ujung tombak dalam penanganan fisik, sementara Dinas Sosial menangani dampak sosial yang muncul.

"Penanganan cepat saat ada beberapa bencana dimana Perkim, PU dan BPBD ini adalah ujung tombak, kemudian Dinas Sosial harus segera menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi," katanya.

Pemkot Semarang juga menyiapkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per rumah terdampak, dengan mekanisme verifikasi oleh pihak kelurahan dan OPD terkait.

"Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga dan dapat segera menempati kembali rumahnya," katanya.

Ia menekankan bahwa pemulihan setelah bencana harus dilakukan secara cepat dan berdampak nyata bagi warga

Melalui langkah cepat dan kolaboratif tersebut, katanya, masyarakat Gedawang dapat segera bangkit.

"Mudah-mudahan kita semua diberkati dan tidak lagi ada bencana-bencana yang lebih besar di Kelurahan Gedawang," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026