Batang (ANTARA) - PT Bhimasena Power Indonesia selaku pemilik PLTU Batang menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam acara puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Batang, Selasa, mengatakan bahwa penanganan sampah memerlukan rencana aksi yang nyata di tingkat daerah bukan sekadar komitmen di atas kertas. 

"Total produksi sampah di Jawa Tengah yang mencapai 6,36 juta ton per tahun baru sekitar 60 persen yang tertangani secara optimal.
 Oleh karena itu, kegiatan ini bukan sekadar seremonial melainkan harus menjadi gerakan edukasi agar sampah menjadi persoalan yang kita selesaikan bersama-sama sebagai budaya," katanya.

Selain sampah, Luthfi juga menyoroti pentingnya penanaman dua juta pohon mangrove di pesisir Jawa Tengah untuk menanggulangi dampak rob sepanjang 920 kilometer garis pantai.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan pemkab akan memasifkan program kebersihan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. 

Saat ini, kata dia, Kabupaten Batang menghasilkan sekitar 428 ton sampah per hari sehingga sebagai solusi jangka panjang maka pihaknya tengah menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul.

"TPST Sentul diproyeksikan memiliki kapasitas 100 hingga 120 ton per hari dan akan mulai dibangun pada Agustus 2026 dengan target selesai pada 2027," katanya.

Ia mengatakan melalui pembangunan TPST, optimalisasi TPS3R, serta kerja sama antar-wilayah di Pekalongan Raya, pihaknya  optimistis dapat menyelesaikan sekitar 80 persen hingga 85 persen persoalan sampah di daerah ini.

General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia Aryamir H. Sulasmoro menyerahkan bantuan sarana kebersihan berupa 16 unit tempat sampah terpilah organik dan anorganik, 250 bibit cemara laut yang akan ditanam di kawasan pesisir.

Sebanyak 250 bibit cemaran ini sebagai upaya menahan abrasi dan melindungi garis pantai serta menghadirkan pameran produk inovatif program CSR hasil kreasi warga penerima manfaat bank sampah dari Forum Komunikasi Bank Sampah Desa (FKBSD) Kecamatan Tulis.

"Kami sebagai bagian dari komunitas di Kabupaten Batang berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencapai target pengelolaan sampah. Pengelolaan lingkungan bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga tanggung jawab sosial perusahaan demi masa depan Jawa Tengah yang berkelanjutan," katanya.


Baca juga: Pemkab Batang intensifkan GPM hingga jelang Lebaran