Logo Header Antaranews Jateng

Pertamina RU IV Cilacap paparkan evolusi TJSL kepada mahasiswa UGM

Senin, 18 Mei 2026 17:19 WIB
Image Print
Officer CSR and SMEPP RU IV Cilacap Lifania Riski Nugrahani saat menjadi dosen tamu pada kuliah umum Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Program TJSL saat ini tidak lagi sekadar bantuan sesaat

Cilacap (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap memaparkan perkembangan konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta praktik pengelolaan konflik sosial kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kuliah umum di kampus setempat.

Officer CSR and SMEPP RU IV Cilacap Lifania Riski Nugrahani saat menjadi dosen tamu pada kuliah umum Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM di Yogyakarta, Selasa (12/5), mengatakan fungsi Communication Relations and CSR memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus menciptakan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan konsep TJSL perusahaan terus berkembang melalui empat tahapan utama, dimulai dari pendekatan charity berupa bantuan sosial satu kali, berkembang menjadi community development yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, dilanjutkan dengan sustainability yang memastikan keberlanjutan program, hingga penerapan konsep ESG dan shared value.

“Program TJSL saat ini tidak lagi sekadar bantuan sesaat, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan,” kata Lifania.

Ia mencontohkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, yang kini telah mandiri dan dikelola langsung oleh masyarakat setelah intervensi perusahaan selesai dilakukan.

Menurut dia, fungsi Communication Relations and CSR juga memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas operasional perusahaan melalui pengelolaan hubungan publik, penguatan hubungan dengan pemangku kepentingan, serta implementasi program TJSL.

Terkait penyelesaian konflik sosial, kata dia, mekanisme yang diterapkan meliputi pencegahan dini, identifikasi aktor, dialog multipihak, mediasi netral, hingga pencapaian solusi yang saling menguntungkan bagi seluruh pihak.

Dalam sesi kuliah umum tersebut, peserta juga diajak membahas studi kasus praktik CSR RU IV Cilacap melalui program MAMAKU SIGAP di Kelurahan Kutawaru, Kabupaten Cilacap, yang dikembangkan sebagai solusi atas persoalan sosial dan lingkungan seperti penumpukan sampah laut, rendahnya pendapatan masyarakat, hingga keterbatasan akses pendidikan.

Sementara itu, Area Manager Communication Relations and CSR RU IV Cilacap Agustiawan mengatakan forum akademik menjadi sarana penting untuk memperkenalkan profil perusahaan sekaligus kontribusi industri energi dalam membantu penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.

“Forum ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pengelolaan konflik dan implementasi CSR di perusahaan energi seperti Pertamina,” katanya.

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan diikuti mahasiswa program sarjana Mata Kuliah Konflik di Kawasan Industri dan Pemberdayaan Masyarakat serta mahasiswa magister Mata Kuliah Manajemen CSR dan Resolusi Konflik.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026