Logo Header Antaranews Jateng

Pertamina dukung TMMD Cilacap, dorong infrastruktur Desa Buntu

Selasa, 28 April 2026 19:10 WIB
Image Print
Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap Agustiawan menyerahkan bantuan satu unit komputer kepada Pemerintah Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Kilang CIlacap
keterlibatan Pertamina dalam TMMD merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan

Cilacap (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, guna mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan masyarakat desa.

Program TMMD tersebut resmi dimulai pada Rabu (22/4) dan akan berlangsung hingga 21 Mei 2026 dengan melibatkan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Sebagai bentuk dukungan, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap Agustiawan menyerahkan bantuan satu unit komputer kepada Pemerintah Desa Buntu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami senantiasa hadir dan berkontribusi dalam setiap TMMD sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, sekaligus upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Agustiawan.

General Manager RU IV Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo menegaskan keterlibatan Pertamina dalam TMMD merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus wujud kehadiran di tengah masyarakat.

“Ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk tidak hanya menjalankan operasional bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Annisa Fabriana saat membacakan sambutan Pelaksana Tugas Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Ia menyebutkan pembangunan talud menjadi langkah awal agar jalan dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Kami juga menekankan pentingnya koordinasi seluruh program dalam TMMD, baik yang bersumber dari CSR perusahaan maupun organisasi perangkat daerah, agar pelaksanaannya lebih terarah dan terpadu,” katanya.

Adapun kegiatan fisik dalam TMMD tersebut meliputi pembangunan talud sepanjang 955 meter di sisi jalan, perkerasan jalan sepanjang 50 meter, serta pembangunan tiga unit gorong-gorong jenis box culvert.

Selain itu, dilakukan rehabilitasi tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 1.000 pohon, pembersihan saluran Sungai Situmang sepanjang 140 meter, serta pembangunan satu unit sumur bor.

Untuk kegiatan nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai layanan, antara lain administrasi kependudukan seperti pembuatan akta kelahiran, kartu identitas anak, hingga layanan paket terpadu, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, perpustakaan keliling, serta layanan kesehatan hewan ternak dan peliharaan.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, program TMMD diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur desa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026