
Legislator: Jateng jangan cuma mengejar jumlah Koperasi Merah Putih

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sekadar mengejar kuantitas Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih untuk didirikan.
"Pengembangan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah juga harus menjaga kualitas pengelolaan dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat," kata Saleh di Semarang, Senin.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat 6.271 Koperasi Merah Putih yang telah beroperasi atau 73 persen dari target yang ditetapkan.
Ia mendorong Koperasi Merah Putih lebih aktif menyerap dan memasarkan produk unggulan desa sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurut dia Koperasi Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi desa dengan memberdayakan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Ia menilai setiap desa di Jawa Tengah memiliki potensi berbeda, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan tangan, hingga produk olahan UMKM yang dapat dikembangkan melalui koperasi.
Karena itu, ia meminta pengelolaan Koperasi Merah Putih disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan desa masing-masing agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memberi pendampingan terhadap pengelolaan koperasi, mulai dari manajemen usaha, pemasaran produk, hingga penguatan sumber daya manusia.
Menurut dia koperasi perlu dikelola secara profesional agar mampu berkembang dan bersaing di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Selain itu, lanjut dia, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi jembatan pemasaran bagi produk lokal sehingga pelaku UMKM desa memiliki akses pasar yang lebih luas.
Baca juga: Lokasi KDMP Wates strategis karena di tengah pemukiman warga
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
