Kudus (ANTARA) - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini memiliki 92 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan siap mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat, khususnya anak didik.
"Alhamdulillah, SPPG di Kudus yang sudah beroperasi ada 92 SPPG. Kami kejar lagi sampai 106 SPPG. Dukungan dari Polres yang sudah membuat empat SPPG ini tentu menambah kecepatan kami dalam melayani anak-anak didik, terutama penerima manfaat MBG," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo di sela-sela peresmian SPPG Polres Kudus Kramat di Kudus, Jumat.
Menurut Sam'ani, sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat, dilakukan pengujian terlebih dahulu untuk memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi. Pengujian meliputi rapid test tingkat keasaman, potensi bahaya, serta standar keamanan lainnya.
"Dites rapid dulu tingkat keasaman, tingkat bahaya dan sebagainya, sehingga nanti layak untuk dikonsumsi oleh para penerima manfaat," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh SPPG yang beroperasi telah memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Bahkan sistem pengawasan juga diperkuat melalui pemasangan CCTV yang dapat diakses masyarakat.
Saat ini dua SPPG telah terhubung dengan sistem pemantauan tersebut dan akan terus dikembangkan ke depannya.
"Ini menjadi contoh yang baik. Semua bisa dilihat masyarakat lewat CCTV. Nanti kita kembangkan terus agar masyarakat ikut memantau," ujarnya.
Ia berharap upaya ini dapat mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mencerdaskan anak bangsa menuju Generasi Emas 2045.
Selain meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, lanjutnya, keberadaan SPPG juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Setiap satu SPPG mampu menyerap hampir 50 tenaga kerja.
Dengan 92 SPPG yang telah berjalan, kata dia, ribuan tenaga kerja telah terserap, sehingga turut mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan pihaknya melalui Yayasan Kemala Bhayangkari Kudus telah menyiapkan empat SPPG.
Dari jumlah tersebut, tiga SPPG siap operasional dan dijadwalkan mendistribusikan menu MBG kepada masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Kudus pada pekan depan, termasuk yang berada di wilayah Jati.
"Total, Insya Allah, minggu depan ada tiga SPPG yang siap mendistribusikan menu MBG kepada masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Terkait pengawasan untuk menekan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), Polres Kudus bersama Satgas Kabupaten Kudus, Kodim, Dinas Kesehatan, serta pemerintah daerah melakukan pengawasan secara bersama-sama terhadap seluruh SPPG yang beroperasi.
"Kami bekerja sama dengan satgas dari pemkab, kodim, Dinas Kesehatan, dan polres untuk saling melakukan pengawasan terhadap SPPG-SPPG yang ada," ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus optimistis pelaksanaan Program MBG dapat berjalan sesuai SOP, aman, serta memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan masa depan generasi muda di Kudus.
Baca juga: Kasus keracunan MBG di Kudus, Dinkes umumkan hasil laboratorium