Logo Header Antaranews Jateng

Pemerintah pantau keberadaan pekerja migran di Timur Tengah

Jumat, 6 Maret 2026 13:38 WIB
Image Print
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla usai bertemu Presiden ke-7 Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Pemerintah Republik Indonesia terus memantau keberadaan pekerja migran di sejumlah negara di Timur Tengah seiring dengan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

“Iya, yang Timur Tengah kami pantau terus. Kemarin kami sudah sebar hotline masing-masing KBRI,” kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla usai bertemu Presiden ke-7 Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait kondisi tersebut.

“Dengan kawan-kawan penggiat yang ada di luar kota juga karena di beberapa negara yang penempatan kita tinggi, banyak itu juga lumayan komunitas-komunitas pekerja migran yang terbentuk terus koordinasi kita,” katanya.

Meski demikian, ia berharap agar eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat cepat menurun.

“Tapi jika kemudian eskalasinya semakin meningkat, semakin hari semakin meningkat ya tentu pemerintah Indonesia, yang dalam hal ini menjadi penanggung jawab adalah Kementerian Luar Negeri, kami sebagai kementerian teknis harus bersiap 24 jam,” katanya.

Ia mengatakan sampai dengan saat ini terus mendata keberadaan pekerja migran yang ada di Iran.

“Kami terus mendata, terakhir kurang lebih sekitar 100. Itu kondisinya, kondisinya lagi ada yang ngungsi ke tempat temannya,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan kedatangannya ke kediaman Jokowi, menurut dia untuk nostalgia.

“Karena pas saya Ketum terpilih PP Pemuda Muhammadiyah beliau yang hadir di muktamar kami,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menerima nasehat dari Jokowi soal pejabat publik.

“Beliau sampaikan memang jadi pejabat publik itu tidak bisa instan, harus latihan, tidak boleh gampang menyerah. Kadang memang antara semangat dan fisik tidak berkesesuaian. Kita mau datangi 5-6 titik, ternyata sudah kelelahan dan itu dibentuk bisa dibentuk kalau kita terus-menerus melatih diri,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026