Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Banyumas optimalkan SPHP untuk kendalikan harga beras

Minggu, 7 Juni 2026 22:56 WIB
Image Print
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jawa Tengah, mengoptimalkan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta mempercepat penyaluran bantuan pangan sebagai upaya mengendalikan harga beras dan menjaga ketersediaan pasokan di masyarakat.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu, mengatakan beras SPHP merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus menekan gejolak harga di pasaran.

Menurut dia, hingga 6 Juni 2026 realisasi distribusi beras SPHP sejak Maret telah mencapai hampir 5.000 ton, sedangkan total penyaluran sejak awal tahun mencapai sekitar 16.600 ton.

“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” katanya.

Ia mengatakan distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran resmi, seperti pasar tradisional, kios pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Selain SPHP, kata dia, Bulog Banyumas juga mempercepat penyaluran bantuan pangan beras untuk mendukung stabilitas harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap telah mencapai 13.029.980 kilogram dari target 18.370.880 kilogram atau sekitar 71 persen.

“Jumlah tersebut setara dengan 13.029,98 ton beras yang telah diterima masyarakat penerima manfaat. Dari total target 918.544 Penerima Bantuan Pangan (PBP), sebanyak 651.499 PBP telah menerima bantuan beras dari pemerintah,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan program bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah, juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

Menurut dia, sinergi antara distribusi beras SPHP dan bantuan pangan terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan serta harga beras di pasar.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena hingga 6 Juni 2026 stok yang dikelola Bulog Kantor Cabang Banyumas mencapai 85.017.338 kilogram atau setara 85.017,3 ton,” katanya.

Selain beras, kata dia, Bulog Banyumas juga menyalurkan minyak goreng rakyat Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Hingga 6 Juni 2026, lanjut dia,realisasi penyaluran Minyakita mencapai 881.808 liter yang tersebar di empat kabupaten wilayah kerja Bulog Banyumas.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan beras dalam kondisi mencukupi. Bulog bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil serta kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” kata Prawoko.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026