Kudus (ANTARA) - Sekitar 1.000-an pedagang dari berbagai daerah di Tanah Air siap meramaikan perayaan Pasar Dandangan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
"Secara keseluruhan jumlah pedagang yang ikut meramaikan pasar malam pada perayaan tradisi Dandangan Kudus diperkirakan antara 800 hingga 1.000 pedagang, termasuk yang berada di luar area tenda resmi yang disediakan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko di Kudus, Jumat.
Eko menegaskan Pasar Dandangan merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki nilai religius dan budaya bagi masyarakat Kudus. Sedangkan dandangan sendiri merupakan tradisi budaya dan religius untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
"Pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kudus, khususnya Dinas Perdagangan, dengan menggandeng pihak ketiga sebagai penyelenggara acara," ujarnya.
Ia mengatakan selain disediakan tenda resmi, terdapat pula pedagang yang berjualan di area luar tenda atau emperan jalan. Untuk pedagang di luar tenda, penataannya diserahkan kepada pemerintah desa setempat karena Dinas Perdagangan hanya memfasilitasi agar tetap tertata, dengan catatan akses jalan harus tetap ada.
Untuk jam operasional Pasar Dandangan dimulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB setiap harinya. Sedangkan kegiatan Pasar Dandangan akan berlangsung mulai 9-18 Februari 2026, dengan proses persiapan dan pemasangan tenda dilakukan sejak 5 Februari 2026 dengan total tenda resmi yang disiapkan mencapai 527 unit.
Pembukaan Pasar Dandangan 2026 dimeriahkan dengan pertunjukan seni, serta menghadirkan Wakil Menteri UMKM dan undangan kepada Gubernur Jawa Tengah yang dijadwalkan pada Senin (9/2) pukul 15.30 WIB di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Koordinator Dandangan Kudus Anjas Pramono S mengatakan semua gerai yang berjumlah 527 telah terisi penuh oleh para pedagang, baik dari Kudus maupun luar daerah.
Ia mengatakan tingginya minat pedagang terlihat dari cepatnya pemesanan lapak yang sudah penuh sejak pertengahan Januari 2026.
"Alhamdulillah, sejak tanggal 19 Januari 2027 seluruh gerai sudah penuh terisi," ujarnya.
Menurut dia produk yang dijual di Pasar Dandangan sangat beragam, mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan tangan (handycraft).
Khusus untuk sektor fashion, Anjas menyebut terdapat 48 gerai, yang mayoritas diisi oleh merek lokal asli Kudus.