
BPS: Inflasi Jateng di Februari 2026 mencapai 4,43 persen

Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat mencapai 4,43.persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 2,83.persen.
Kepala BPS.Jawa Tengah Ali Said di Semarang, Senin, mengatakan, kenaikan tarif listrik menjadi salah satu penyebab utama inflasi di Februari 2026.
"Kenaikan tarif listrik berkontribusi sebesar 1,96 persen terhadap inflasi," katanya.
Selain itu, lanjut dia, kenaikan harga emas perhiasan juga berdampak terhadap inflasi dengan kontribusi 0,90 persen.
Adapun komoditas lain yang mengalami kenaikan harga sehingga menjadi pemicu inflasi Februari, kata dia, yakni daging ayam, beras, dan bawang merah.
Secara umum, lanjut dia, inflasi terjadi di sembilan kabupaten/ kota tempat dilakukannya survei penghitungan indeks harga konsumen.
Inflasi tertinggi tercatat terjadi di Kota Tegal yang mencapai 4 97 persen.
Adapun inflasi terendah terjadi Kabupaten Wonosobo yang sebesar 3,94.persen.
Adapun indeks harga konsumen (IHK) pada Februari 2026 tercatat sebesar 110,43 poin.
Baca juga: Pekalongan memperkuat pengendalian harga pangan jaga stabilitas inflasi
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
