
Perkenalkan logo HUT, Pemkab Kudus mengadopsi seni ukir untuk promosikan gebyok

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, resmi meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-477 Kota Kudus dengan mengadopsi seni ukir gebyok khas Kudus sebagai upaya memperkenalkan dan mempromosikan budaya lokal kepada masyarakat luas.
"Hari Jadi tahun ini mengangkat jargon semangat ‘Urup Nguripi’. Jargono ini menandakan hikmah dan harmonisasi yang ada di Kabupaten Kudus dalam segala aspek, termasuk ekonomi, sosial, dan budaya," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Kudus, Minggu.
Ia menjelaskan logo HUT ke-477 Kudus memadukan sejumlah ornamen khas daerah seperti api, gerbang, menara, masjid, hingga tugu rokok yang membentuk angka 477 dengan dominasi warna oranye, biru, dan hijau.
Menurut dia perpaduan warna tersebut melambangkan kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Kudus di tengah keberagaman agama dan budaya.
"Warna ini sebagai bentuk kebersamaan dan keharmonisan dari semua kepercayaan agama dan perbedaan. Kita satu menyatu menghidupi masyarakat Kabupaten Kudus," ujarnya.
Sam'ani menuturkan jargon "Urup Nguripi" disimbolkan sebagai api kehidupan yang menggambarkan semangat masyarakat Kudus untuk terus berkarya dan bekerja demi bangsa dan negara.
Selain itu, jargon tersebut juga menjadi penegasan identitas Kabupaten Kudus sebagai Kota Kretek, Kota Industri, Kota Santri, hingga Kota Empat Negeri.
"Kota Industri yang maju karena keberadaan berbagai perusahaan rokok dan investasi. Semua yang hidup itu bisa menghidupi masyarakat Kudus," ujarnya.
Ia menambahkan semangat "Urup Nguripi" juga sejalan dengan filosofi masyarakat Kudus yang dikenal dengan budaya "Gusjigang" yakni bagus, ngaji, dan dagang.
Sementara itu, julukan Kota Empat Negeri diberikan karena Kudus memiliki sejarah panjang akulturasi budaya dari empat etnis utama, yakni Jawa, China, Arab, dan Kolonial atau Eropa.
"Perusahaan-perusahaan ini kalau hidup bisa menghidupi masyarakat karena kita Kota Kretek, Kota Industri, Kota Santri, Kota Jenang, dan Kota Empat Negeri. Kudus ini kecil, tetapi investasinya berkembang baik," ujarnya.
Pada simbol api di dalam logo tersebut juga terdapat corak ukiran gebyok khas Kudus. Menurut Sam’ani, unsur itu sengaja dimasukkan untuk memperkenalkan seni ukir khas Kudus yang selama ini masih banyak ditemui pada rumah-rumah tradisional masyarakat.
"Coraknya ukir gebyok Kabupaten Kudus. Walaupun ukir identik dengan Jepara, Kudus juga punya ukiran khas, terutama gebyok-gebyok yang ada di rumah," jelasnya.
Melalui momentum Hari Jadi ke-477 ini, Pemkab Kudus berharap daerahnya semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.
"Targetnya semua indikator membaik. Kemiskinan turun, stunting turun, pengangguran turun, pungli bisa diberantas, dan budaya lokal kita bisa mendunia," ujarnya.
Baca juga: SDN Jambean 02 Pati juara Sepak Bola Putri di Kudus
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
