
Pedagang Pasar Muntilan dukung Polresta Magelang berantas premanisme

Magelang (ANTARA) - Pedagang Pasar Muntilan mengirim karangan bunga ke Polresta Magelang, Jawa Tengah, mendukung tindakan tegas berantas premanisme yang selama ini meresahkan masyarakat, khususnya di kawasan Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar di Magelang, Kamis, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan masyarakat melalui kiriman karangan bunga tersebut.
Sejumlah karangan bunga berjejer rapi sebagai bentuk ucapan terima kasih dari warga dan para pedagang Pasar Muntilan kepada jajaran Polresta Magelang.
Karangan bunga tersebut dikirim oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pedagang sayur, pedagang umum, kuli panggul pasar, kawulo alit Pandansari, hingga warga Pucungrejo, Muntilan.
Menurut dia, dukungan itu menjadi bukti bahwa masyarakat menginginkan situasi yang aman, tertib, dan bebas dari tindakan premanisme.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari warga dan para pedagang. Ini menjadi motivasi kami untuk terus memberantas segala bentuk kejahatan, termasuk premanisme yang meresahkan masyarakat," kata Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah.
Ia menegaskan, kepolisian akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan memastikan ruang-ruang publik, termasuk pasar tradisional, terbebas dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat kecil.
Menurut dia, Pasar Muntilan sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat dinilai harus menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi seluruh pedagang maupun pembeli, karena itu tindakan tegas terhadap praktik premanisme mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
"Tidak hanya pedagang pasar, dukungan juga datang dari warga sekitar yang selama ini berharap adanya penertiban terhadap aksi-aksi yang mengganggu ketenangan lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Ia menuturkan, kehadiran aparat yang responsif dan tegas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik, sekaligus menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
