
Pemprov Jateng jajaki kerja sama dengan Selandia Baru

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Selandia Baru melakukan penjajakan peluang kerja sama untuk berbagai sektor, termasuk investasi dan perekonomian.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Senin, mengatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Selandia Baru sudah terjalin lama.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Philip Nathan Taula, di Kantor Gubernur Jateng.
Secara budaya, kata dia, dua negara, bahkan memiliki beberapa kosakata yang hampir mirip, misalnya kata telinga, langit, tangisan dan sebagainya sehingga hubungan kedua negara bisa sangat akrab.
"Lebih penting lagi, penduduk Selandia Baru itu sekitar 5 juta jiwa, tetapi ternaknya mencapai 28 juta ekor. Artinya ini peluang bagi kita bagaimana mengembangkan peternakan domba maupun sapi," katanya.
Sebab, ia mengatakan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) sangat memerlukan pasokan susu maupun daging.
Selain itu, kata dia, sektor energi baru terbarukan juga menjadi salah satu prioritas Pemprov Jateng yang tengah mendorong adanya green economies (ekonomi hijau) dan green industries (industri hijau).
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menawarkan potensi investasi lain di Jateng, misalnya terkait dengan sektor perikanan karena banyak kampung-kampung nelayan di pesisir Jateng.
"Untuk pendidikan, Selandia Baru sudah ada kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan universitas lainnya. Dinas Pendidikan Provinsi sudah saya perintahkan untuk penjajakan kerja sama barangkali ada pelajar atau mahasiswa kita bisa belajar di sana," katanya.
Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Philip Nathan Taula mengatakan bahwa Gubernur Jateng telah menyampaikan peluang kerja sama bidang energi baru terbarukan (EBT), sektor agrikultur dan peternakan, juga sektor pendidikan, dan budaya.
Pada sektor energi baru terbarukan, ia menjelaskan Selandia Baru telah banyak memanfaatkan energi panas bumi, dan sekitar 30 persen tenaga listrik di negara tersebut sudah menggunakan energi panas bumi.
Bahkan, banyak orang Indonesia yang sudah belajar tentang pemanfaatan panas bumi di Selandia Baru melalui berbagai kursus.
Philip menambahkan bahwa penjajakan kerja sama itu juga pada pengembangan ternak sapi perah.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
