Logo Header Antaranews Jateng

Perolehan laba Perumda Tirta Amerta Blora tahun 2025 capai Rp2,02 miliar

Selasa, 5 Mei 2026 10:28 WIB
Image Print
Pelayanan di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Amerta Blora, Jawa Tengah. (Gunawan)

Blora (ANTARA) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Amerta Blora, Jawa Tengah, mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,02 miliar atau melampaui target setahun sebesar Rp1,4 miliar.

"Perolehan laba tahun 2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan perolehan laba tahun 2024 sebesar Rp1,29 miliar," kata Direktur Utama Perumda Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono di Blora, Senin.

Menurut dia peningkatan laba tersebut didorong oleh efisiensi operasional, optimalisasi produksi,efektivitas penagihan pelanggan yang mencapai sekitar 94 persen, serta realisasi penambahan sambungan rumah (SR) sesuai target sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan layanan air bersih.

Meski mencatat laba tinggi, pada tahun buku 2025 perusahaan belum dapat menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Blora karena masih adanya saldo akumulasi rugi dari tahun-tahun sebelumnya yang harus diselesaikan.

Sementara tahun 2026, Perumda Tirta Amerta Blora menargetkan laba sebesar Rp2,37 miliar, yang didukung rencana ekspansi melalui penambahan sekitar 600 sambungan rumah baru.

Untuk mendorong pertumbuhan pelanggan, perusahaan melanjutkan kebijakan promo tarif pemasangan sambungan baru sebesar Rp999.999 pada momen tertentu, yang dinilai efektif meningkatkan minat masyarakat.

"Strategi ke depan difokuskan pada optimalisasi produksi, perluasan jaringan meskipun masih terbatas, serta peningkatan jumlah pelanggan untuk mendorong pertumbuhan laba berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan pengembangan jaringan masih menjadi tantangan karena keterbatasan infrastruktur dalam memenuhi permintaan masyarakat yang terus meningkat.

Yan menjelaskan, sebelumnya perusahaan menargetkan laba Rp1,4 miliar pada 2025, meningkat dibanding capaian 2024 sebesar Rp1,29 miliar, dengan target penambahan 800 sambungan rumah tangga baru.

Untuk mendukung target tersebut, kata dia, perusahaan menetapkan kebijakan insentif berupa penurunan tarif sambungan baru dari Rp1,5 juta menjadi Rp999 ribu.

Berdasarkan laporan tahun 2024, perusahaan mencatat laba bersih Rp1,292 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp739 juta. Karena adanya efisiensi operasional, efektivitas penagihan pelanggan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Sesuai kebijakan perusahaan, sebanyak 55 persen dari laba bersih setelah pajak dialokasikan sebagai dividen untuk Pemerintah Kabupaten Blora selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM). Pada tahun buku 2023, dari laba bersih sebesar Rp739 juta, dividen yang disetorkan sebesar Rp400 juta atau sekitar 54,13 persen.

Sementara tahun buku 2024, dari laba bersih sebesar Rp1,292 miliar, dividen yang direncanakan sebesar Rp700 juta atau sekitar 54,18 persen, namun belum dapat direalisasikan karena belum diperbolehkan oleh regulasi yang berlaku.

Berdasarkan audit Kantor Akuntan Publik (KAP), pendapatan operasional perusahaan juga tumbuh secara tahunan (year-on-year) sebesar Rp1,5 miliar, dari Rp27 miliar pada 2023 menjadi Rp28,782 miliar pada 2024. Sedangkan efektivitas penagihan pelanggan yang mencapai 94 persen per bulan turut memberikan dampak positif terhadap arus kas perusahaan.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026