Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih melakukan pendataan tanaman padi yang mengalami puso akibat terdampak banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Kudus sejak 9 Januari 2026 untuk diajukan bantuan benih padi.

"Data sementara areal sawah yang tergenang banjir sesuai data BPBD Kudus mencapai 2.873 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetyo di Kudus, Selasa.

Dari luas areal tersebut, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan ada tidaknya areal tanaman padi yang puso akibat lama tergenang banjir.

Untuk pendataan, imbuh dia, melibatkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Ia berharap dalam waktu dekat sudah diketahui data tanaman padi yang terdampak banjir atau puso, sehingga bisa diajukan bantuan benih tanaman padi ke pusat.

Selain itu, kata dia, areal tanaman padi yang puso dan sebelumnya terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) juga akan diajukan klaim.

Dari sejumlah lahan sawah petani, dia mengakui, ada yang terdaftar dalam program AUTP, sehingga ketika puso atau rusak sebagian bisa diajukan klaim ganti untung.

"Para petani, terutama yang berada di daerah rawan bencana maupun hama memang diminta untuk mengikuti program AUTP. Sehingga ketika ada masalah bisa mendapatkan jaminan atas lahan garapan petani," ujarnya.

BPBD Kabupaten Kudus sendiri mencatat data awal bencana banjir yang melanda 38 desa di tujuh kecamatan juga berdampak terhadap 4.020 hektare areal persawahan ikut tergenang banjir.

Namun, seiring menurunnya curah hujan, banjir di sejumlah desa di Kabupaten Kudus juga mulai surut dan areal sawah yang tergenang berkurang menjadi 2.873 hektare yang tersebar di sejumlah desa.


Baca juga: 12 gedung KDKMP di Kabupaten Kudus ditargetkan selesai dibangun pada akhir Januari