
Luas tanaman kopi robusta dan arabika di Kabupaten Magelang 3.000 hektare

Temanggung (ANTARA) - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan, menjelaskan, Kabupaten Magelang telah berkembang menjadi salah satu penghasil kopi unggulan di Jawa Tengah dengan dua varietas dominan, yaitu robusta dan arabika dengan luas tanaman mencapai 3.000 hektare.
Ia menyampaikan di Magelang, Selasa, total lahan kopi di Kabupaten Magelang mencapai lebih dari 3.000 hektare, terdiri atas 2.136 hektare robusta dengan produksi 2.006 ton per tahun dan
875 hektare arabika dengan produksi 112 ton per tahun.
Jenis robusta banyak ditanam di Kecamatan Grabag, Windusari, Tempuran, Borobudur, hingga Srumbung, sedangkan jenis arabika tumbuh optimal di dataran tinggi lebih dari 1.000 mdpl seperti Ngablak, Pakis, dan Sawangan.
"Kecamatan Grabag menjadi sentra terbesar dengan luas tanam mencapai 1.480 hektare dan produksi 1.743 ton ose per tahun. Potensinya luar biasa, dan ekspor ini menjadi bukti kualitasnya diakui dunia," katanya.
Ia menuturkan, kopi asli dari Kabupaten Magelang (Grabag) beberapa waktu lalu berhasil menembus pasar global, sebanyak satu kontainer (17 ton) kopi jenis green bean dari Grabag ini diekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Menurut dia, ekspor perdana ini selaras dengan program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) Komoditas Kopi Tahun 2025–2026, yang menetapkan Grabag sebagai lokasi prioritas. Program ini dikembangkan pada area seluas 800 hektare dengan dukungan anggaran Rp18,96 miliar.
UPLAND melibatkan 27 kelompok tani dari 1.732 petani di 8 desa penerima manfaat.
Bantuan diberikan berupa sarana produksi, alat panen dan pengolahan, solar dryer, mesin pulper, mesin huller, kendaraan operasional, hingga pelatihan barista.
Baca juga: Pemkot Magelang berikan pelatihan pengolahan kopi pelaku IKM
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
