Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Rembang menjamin keamanan pangan di Kampung Ramadhan 2026

Minggu, 22 Februari 2026 16:09 WIB
Image Print
Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro saat meninjau salah satu gerai di Kampung Ramadhan di Jalan Gatot Subroto atau di depan Radio CBFM Rembang. (ANTARA/HO. Humas Pemkab Rembang.)

Rembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjamin keamanan pangan yang dijajakan di sejumlah Kampung Ramadhan 2026 sebagai upaya menggeliatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memenuhi kebutuhan menu berbuka puasa.

"Demi memastikan semua produk pangan yang dijajakan di Kampung Ramadhan aman dikonsumsi, kami secara periodik melakukan pengecekan kandungan zat pada jajanan dan kuliner yang dijual para pedagang," kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang M. Mahfudz di Rembang, Minggu.

Ia menjelaskan pengujian sampel makanan tersebut merupakan langkah preventif agar seluruh makanan dan minuman yang beredar aman dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel dari berbagai stan, terutama yang menyediakan makanan olahan dan takjil.

Beberapa sampel yang diperiksa di antaranya usus ayam, bubur, sop, tahu, mutiara, serta berbagai makanan olahan lainnya. Seluruh sampel langsung diuji di lokasi guna memastikan hasil pemeriksaan cepat dan akurat.

"Alhamdulillah hasilnya memenuhi syarat kesehatan. Dari parameter yang kami uji, semuanya negatif. Tidak ditemukan bahan berbahaya maupun pengawet yang dilarang," ujarnya.

Apabila ditemukan bahan berbahaya, lanjut dia, pemerintah akan menelusuri bahan dasar yang digunakan sekaligus memberikan pembinaan kepada pedagang.

Melalui pengawasan rutin dan pembinaan berkelanjutan, Pemkab Rembang berharap Kampung Ramadhan 2026 tidak hanya menjadi pusat kuliner dan penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga contoh penerapan standar keamanan pangan yang baik dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro berharap pelaku UMKM aktif mempromosikan produknya melalui berbagai platform media sosial guna memperluas jangkauan pasar.

"Promosi sekarang bisa lewat apa saja, termasuk media sosial. Dengan promosi masif, tentu banyak warga yang berdatangan ke pusat jajanan dan UMKM di Kampung Ramadhan 2026," ujarnya.

Menurut dia perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM terus berlanjut. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN dan BUMD, menjadi bentuk dukungan nyata tanpa selalu bergantung pada APBD.

Ia berharap Kampung Ramadhan dapat menjadi etalase produk UMKM Rembang, bukan sekadar wisata kuliner musiman, melainkan ajang menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing, layak dikonsumsi, dan siap naik kelas.

Kampung Ramadhan 2026 digelar mulai 18 Februari hingga 14 Maret 2026 di sejumlah titik, antara lain di Jalan Gatot Subroto, Alun-alun Lasem, Pasar Kragan, pusat kuliner Pamotan, serta Kecamatan Sumber.

Untuk wilayah kota, kegiatan dipusatkan di Jalan Gatot Subroto dengan 40 gerai yang menampung 80 usaha mikro. Secara keseluruhan, sekitar 250 pelaku UMKM terlibat dalam penyelenggaraan Kampung Ramadhan 2026.

Baca juga: Pemkab Rembang genjot produktivitas tanaman padi dengan manfaatkan drone



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026