Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Rembang genjot produktivitas tanaman padi dengan manfaatkan drone

Jumat, 20 Februari 2026 19:09 WIB
Image Print
Pesawat drone pertanian yang siap digunakan para petani untuk peningkatan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (ANTARA/HO. Humas Pemkab Rembang.)

Kudus, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), memanfaatkan teknologi modern dalam menggenjot produktivitas tanaman padi, salah satunya menggunakan drone untuk penyemprotan pestisida, pemupukan, hingga perawatan tanaman padi agar lebih cepat dan efisien.

"Saat ini, terdapat tujuh unit drone pertanian untuk mendukung Musim Tanam Pertama (MT-1) 2026," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan Haswanto di Rembang, Jateng, Jumat.

Ia mengatakan penggunaan drone menjadi bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian di daerahnya.

Dengan tujuh unit drone tersebut, ia mengatakan akan melayani wilayah barat, tengah, dan timur Rembang. Dengan jangkauan yang lebih luas dan penyemprotan diharapkan lebih merata dan tidak memakan waktu lama.

"Kita sudah punya tujuh unit. Nanti segera dioptimalkan untuk melayani area wilayah barat, timur, maupun tengah," ujar dia.

Ia menilai penggunaan teknologi nirawak tersebut jauh lebih efisien dibanding metode manual. Selain menghemat tenaga dan waktu, sebaran cairan pestisida maupun pupuk dinilai lebih merata karena adanya dorongan angin dari baling-baling drone.

"Kalau manual tentu lebih lama. Dengan drone lebih cepat. Hama yang ada di bawah tanaman juga bisa terjangkau," katanya.

Teknologi tersebut juga diklaim aman karena ketinggian terbang dan volume semprotan dapat disesuaikan dengan umur serta kondisi tanaman, sehingga tidak merusak batang maupun akar.

Sementara itu, Manajemen Unit Jasa Pelayanan (UPJA) Alsintan Kabupaten Rembang Suheriyanto Andri Wahyudi menuturkan drone pertanian mulai digunakan sejak 2025. Sedangkan operator drone diwajibkan mengikuti pelatihan khusus sebelum diterjunkan ke lapangan.

Tarif layanan penyemprotan menggunakan drone dipatok Rp200 ribu per hektare, dengan tambahan biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi. Drone dan perlengkapannya diangkut menggunakan kendaraan roda tiga.

Dari tujuh unit yang dimiliki, empat di antaranya merupakan drone merek Ferto bantuan program Petani Milenial. Drone tersebut memiliki kapasitas tangki 17 liter untuk cairan pestisida dan mampu membawa pupuk hingga 10 kilogram.

"Untuk saat ini permintaan cukup tinggi, terutama petani yang mengelola lahan lebih dari satu hektare. Penyemprotan drone sangat membantu, khususnya saat fase padi bunting tua," ujarnya.

Saat ini, menurut dia, mayoritas tanaman padi MT pertama di Rembang mulai memasuki fase keluar malai. Penyemprotan difokuskan pada pemberian nutrisi seperti pupuk MKP dan KCL cair, serta fungisida dan pestisida untuk mengendalikan hama belalang dan ulat.



Baca juga: Manajemen PSIR Rembang surati Ketum PSSI terkait putusan Komdis Jateng



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026